Komisi X: Sekolah Dibuka Harus Berdasarkan Keputusan Bersama
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Komisi X: Sekolah Dibuka Harus Berdasarkan Keputusan Bersama

Senin, 3 Agustus 2020 | 13:48 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan, wacana pembukaan sekolah di luar zona hijau yakni kuning harus atas persetujuan semua pihak mulai dari pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19, pemerintah daerah(pemda), hingga orang tua siswa. Artinya, pembukaan sekolah ini tidak boleh ada pemaksaan, tetapi harus berdasarkan kesepakatan bersama.

Huda menyebutkan, kekhawatiran orang tua siswa, harus diakomodir dalam level perizinan, maka pihak pemerintah tidak boleh memaksa. “Jadi ketika level perizinan, orang tua tidak setuju, maka anaknya tidak harus dipaksa ke sekolah tapi tetap menjalankan pembelajaran dari rumah,” kata Huda kepada Beritasatu.com, Minggu (2/8/2020).

Huda juga menyebutkan, kebijakan membuka sekolah zona kuning ini, secara nasional, maka tahapannya harus mengubah surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran baru 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19. Pasalnya, panduan pembukaan sekolah harus tetap dari Kemdikbud dengan mengutamakan level perizinan.

Baca Juga:Kemdikbud Harus Segera Terbitkan Kurikulum Adaptif

Selain itu, lanjut Huda, pemerintah harus melakukan mapping atau pemetaan untuk zona hijau, kuning, oranye, dan merah hingga tingkat kecamatan dan desa. Pasalnya, selama ini hanya dilakukan tingkat kabupaten/kota.

“Kita berharap levelingnya semakin menyempit hingga level kecamatan dan desa. Jadi ketika desa tertentu hijau walaupun kabupatennya status kuning, ketika sekolah berada di desa itu boleh,” ujarnya.

Huda mengaku, pihaknya setuju sekolah kembali dibuka, karena menilai anak-anak membutuhkan suasana sekolah. Anak membutuhkan suasana sekolah untuk bernostalgia bersama temannya dan berjumpa guru. Namun, hal ini dilakukan dengan manajemen darurat yang bagus.

Baca Juga:Kemdikbud Diminta Ikuti Rekomendasi IDAI untuk Durasi Belajar Selama PJJ

Misalnya, dalam seminggu, anak tidak harus selalu ke sekolah. Mereka ke sekolah di hari tertentu dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan serta aturan tambahan yang lebih detail, seperti anak berangkat dan pulang sekolah diantar oleh orang tua dan tidak boleh menggunakan kendaraan umum. “Jadi pembukaan sekolah ini semangatnya kita penuhi kebutuhan psikologis anak yang rindu sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan yang diperketat,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah(PAUD-Dikdasmen), Jumeri memastikan hingga saat ini belum ada keputusan dari Kemdikbud untuk membuka sekolah selain zona hijau. Pasalnya, dalam diskusi diadakan Kemdikbud dengan sejumlah organisasi bidang pendidikan dan kesehatan ada keputusan final pembukaan sekolah zona kuning.

“Diskusi dengan berbagai stakeholder masih sengit dan sekolah umumnya ingin segera dibuka, tetapi bidang kesehatan belum. Jadi belum diputuskan,” ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kontak dengan Pasien Positif Covid-19, Tes Swab 17 Warga Lebong Dinyatakan Negatif

Sedangkan dua orang pasien positif yakni ibu dan anak setelah menjalani perawatan diinyatakan sembuh dari Covid-19.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Jokowi Sebut Daya Saing Digital Indonesia Masih Sangat Rendah

Menurut Jokowi, pandemi ini harus bisa dijadikan momentum untuk melakukan percepatan transformasi digital.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Pakar Hukum Nilai Jaksa Agung Tegas Terhadap Jaksa Nakal

Pencopotan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dipandang sebagai bentuk ketegasan Jaksa Agung ST Burhanuddin terhadap “Jaksa Nakal”.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Kapolda Hamidin Lantik Ama Kliment Jadi Wakolda NTT yang Baru

Jabatan wakil kepala Polda NTT yang sebelumnya dijabat Brigjen Pol Drs Johni Asadoma kini dijabat Brigjen Pol Drs Ama Kliment Dwikorjanto.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Bidan DS Meninggal karena Covid-19, Empat Nakes Ikut Terjangkit

Salah satu dari empat tenaga kesehatan yang terpapar itu adalah pimpinan puskesmas di Seluma.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Sejumlah Parpol Belum Tentukan Calon Gubernur Bengkulu

Di antaranya Demokrat, Nasdem, PDIP, Gerindra, Perindo, PKB dan PPP.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Jokowi Soroti Angka Kematian di Indonesia Lebih Tinggi daripada Angka Kematian Global

Angka kematian di Indonesia lebih tinggi dibandingkan global.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Jokowi Kritik Masih Ada 40% Kementerian/Lembaga Belum Ada DIPA Stimulus Penanganan Covid-19

Masih ada kementerian yang belum memiliki daftar DIPA untuk stimulus.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Jokowi Sumbang Sapi Seberat 800 Kilogram untuk Dipotong di Kebun Raya Bogor

Jokowi sumbang sapi sebesar 800 kg untuk kurban di Kebun Raya Bogor.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Penularan Meningkat, Presiden Akui Masyarakat Makin Khawatir

Masyarakat kuatir penularan Covid-19 meningkat.

NASIONAL | 3 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS