SBY: Cacian dan Hinaan Melampaui Batas Tidaklah Baik
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

SBY: Cacian dan Hinaan Melampaui Batas Tidaklah Baik

Rabu, 8 April 2020 | 22:17 WIB
Oleh : / Iman Rahman Cahyadi

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berlebihan dalam mengucapkan kritikan terhadap pemerintah. SBY mengajak semua pihak untuk sama-sama mengontrol atau mengendalikan ucapan dan pandangan dengan niat yang baik.

"Bagaimanapun cacian dan hinaan yang melampaui batas itu tidak baik. Tidak baik jika terjadi di negara Pancasila ini. Di negara yang berke-Tuhanan ini. Kita sampaikan pandangan kita apa adanya, tanpa harus menghina pemimpin kita," kata SBY  berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Salah satu kritikan pedas yang dialamatkan ke pemerintah adalah soal penanganan pandemi virus Corona (Covid-19). SBY khawatir sejumlah pejabat pemerintah tidak bisa menerima kata-kata yang keras dan kasar, karena merasa sudah berupaya dan berbuat dalam mengatasi krisis akibat virus Corona (Covid-19) saat ini.

"Karena merasa dihina, beliau-beliau (di pemerintahan) ingin mengganjar para 'penghina' itu dengan penalti hukuman," kata SBY.

Padahal, menurut SBY, pemerintah telah berupaya menanggulangi wabah Covid-19 secara serius dengan segala keterbatasan yang dimiliki, termasuk keterbatasan keuangan negara.

"Pemerintah telah berupaya untuk serius menanggulangi wabah Corona ini," kata SBY.

Karena itu, SBY meminta masyarakat tidak terlalu cepat menuduh pemerintah tidak serius bahkan tidak berbuat apa-apa di dalam menanggulangi wabah pandemik global itu. SBY mengingat dulu juga pernah mengalami hal yang sama sewaktu menduduki jabatan Presiden RI. Ketika itu, kata dia, Indonesia juga sedang berada dalam krisis ekonomi global.

"Saat itu saya tegang, letih, dalam suasana seperti itu, secara bertubi-tubi dan di banyak tempat saya diserang dan dihina. Di parlemen, di media massa, dan di jalanan dengan macam-macam unjuk rasa. Kata-katanya sangat kasar dan menyakitkan," ujar SBY.

SBY mengatakan beberapa kali isterinya Ani Yudhoyono menangis saat itu. Terkadang, SBY juga hampir tidak kuat dengan hinaan-hinaan yang melampaui batas yang ditujukan kepadanya. Namun, SBY berkata, sebagai nakhoda, dia harus kuat, harus tegar, dan harus sabar.

"Saya menghibur diri saya sendiri, saya dibeginikan karena saya pemimpin, karena saya presiden. Semua menjadi tanggung jawab saya, kodrat saya. Kalau saya tidak kuat dan patah di tengah jalan, justru negara akan kacau. Rakyat justru akan menderita. Karenanya saya tetap fokus pada tugas dan kewajiban saya. Saya yakin bahwa badai pasti berlalu," tutur SBY.

Karena itu, ia menyerukan kepada masyarakat agar apa yang dialaminya dulu tidak lagi dilakukan kepada pemimpin-pemimpin Indonesia yang lain.



Sumber: ANTARA

TAG: 

SBY

BAGIKAN


BERITA LAINNYA

2 Pasien Positif Covid-19 di Sulteng Sembuh

Dua orang meninggal dunia yakni pasien nomor 03 inisial N dan Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor yang merupakan pasien nomor 05.

NASIONAL | 8 April 2020

DPR: Masyarakat Butuh Siraman Rohani untuk Hadapi Covid-19

DPR mendorong Kemag untuk lebih berani dan tidak ragu-ragu dalam membuat keputusan, termasuk dalam hal realokasi anggaran untuk pencegahan Covid-19.

NASIONAL | 8 April 2020

Satu Lagi Pasien PDP Covid-19 Meninggal di Medan

Seorang PDP Covid-19 yang memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan RSUD Pirngadi Medan.

NASIONAL | 8 April 2020

Giliran Penghina Presiden Jokowi di Kepri Ditangkap

Pelaku berinisial WP berhasil ditangkap setelah memosting meme bernuansa hinaan kepada Presiden Jokowi.

NASIONAL | 8 April 2020

DPR Alihkan Anggaran Uang Muka Kendaraan untuk Covid-19

Sekjen DPR menyatakan pihaknya sudah menunda anggaran bantuan kepemilikan kendaraan dalam bentuk uang muka, dan direalokasikan untuk penanganan virus "corona".

NASIONAL | 8 April 2020

Mendag Agus Sidak ke Pabrik IGN Pastikan Stok Gula

Untuk memenuhi kebutuhan gula tahun ini, PT IGN memperoleh alokasi impor raw sugar untuk diolah menjadi GKP sebesar 97.000 ton.

NASIONAL | 8 April 2020

Baznas Salurkan Bantuan Biaya Asuransi untuk Relawan Covid-19

Bantuan biaya premi asuransi ini adalah bentuk dukungan Baznas untuk relawan gugus tugas Covid-19. Mereka yang terdaftar akan otomatis mendapatkan asuransi ini. Dengan perlindungan asuransi, diharapkan para relawan tidak akan terbebani dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari ujung tombak penanganan Covid-19.

NASIONAL | 8 April 2020

PAN Ajak Lembaga Negara Realokasi Anggaran Beli Kendaraan untuk Covid-19

Wakil Ketua Fraksi PAN mengajak semua lembaga pemerintahan mengikuti langkah DPR melakukan realokasi anggaran pembelian fasilitas kendaraan untuk Covid-19.

NASIONAL | 8 April 2020

Satu Pasien PDP Covid-19 Meninggal Dunia di RSUD Bengkulu Selatan

Seorang PDP virus "corona" atau Covid-19 asal Kabupaten Kaur, Bengkulu, Rabu (8/4/2020) dini hari meninggal di RSUD Damrah Hasanuddin, Bengkulu Selatan.

NASIONAL | 8 April 2020

Masyarakat Dilarang Mudik, Traffic Seluler Diprediksi Naik 40% Saat Lebaran

Kenaikan tersebut meningkat 10% dari hari raya Lebaran saat tidak adanya wabah Covid-19.

NASIONAL | 8 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS