KKP Bebaskan Nelayan Indonesia yang Ditahan Aparat Malaysia
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

KKP Bebaskan Nelayan Indonesia yang Ditahan Aparat Malaysia

Minggu, 19 Januari 2020 | 14:35 WIB
Oleh : CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan berhasil membebaskan nelayan Indonesia yang ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

"Kita berhasil memulangkan 15 nelayan Indonesia yang ditangkap oleh APMM, semuanya merupakan awak kapal perikanan KM Abadi Indah," jelas Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Ia mengemukakan bahwa pembebasan itu ditempuh melalui upaya persuasif dan tidak melalui proses hukum di Malaysia.

Hal tersebut, lanjutnya, merupakan bukti kerja nyata pemerintah dalam perlindungan nelayan, yang saat ini menjadi salah satu prioritas KKP.

Nilanto menjelaskan bahwa keberhasilan pembebasan dan pemulangan nelayan Indonesia tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara intensif antara pihak Ditjen PSDKP-KKP dengan APMM Malaysia.

"Berbekal hubungan baik antarkedua lembaga serta adanya kerangka Memorandum of Understanding on Common Guidelines antara Indonesia dan Malaysia, pihak aparat Malaysia bersedia melepaskan nelayan kita tersebut," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, MoU Common Guideline merupakan kesepakatan aparat penegak hukum di bidang maritim antara Indonesia dan Malaysia yang di antaranya menyepakati langkah-langkah penanganan terhadap nelayan kedua negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di wilayah batas maritim yang masih dalam sengketa.

MoU tersebut merupakan kerangka hukum yang membuat upaya persuasif dapat dilakukan oleh Ditjen PSDKP dengan mengedepankan prinsip saling menghormati kedua negara.

Saat ini, kata Nilanto, ke-15 nelayan tersebut telah diserahterimakan kepada Kepala Pangkalan PSDKP Batam dan sudah kembali bekerja.

"Penjemputan kami laksanakan dengan Kapal Pengawas Hiu Macan Tutul 02, ini menjadi hal yang penting bagi kami sebagai bentuk langkah nyata kehadiran KKP untuk selalu melindungi nelayan dan masyarakat kelautan perikanan," jelas Nilanto.

KM Abadi Indah merupakan kapal perikanan Indonesia yang ditangkap oleh APMM pada 5 Januari 2020. Kapal yang mengoperasikan alat penangkapan ikan jala jatuh berkapal (cast net) kapal tersebut oleh pihak Malaysia ditangkap atas dugaan melakukan penangkapan sotong secara ilegal di wilayah perairan Malaysia.

Nakhoda KM Abadi Indah, Gonardi dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Ditjen PSDKP-KKP yang telah memberikan perhatian yang luar biasa terhadap kasus yang membelit KM Abadi Indah dan semua awak kapalnya tersebut.

Dia menyampaikan bahwa kehadiran aparat Indonesia yang telah memberikan perlindungan kepada nelayan di laut telah memberikan rasa aman. Apalagi pada saat terjadi proses penangkapan oleh aparat penegak hukum negara lain seperti yang dia alami dengan empat belas awak kapal lainnya.

"Saya mewakili semua awak kapal dan keluarga, mengucapkan terima kasih kepada Ditjen PSDKP-KKP yang sudah membantu proses pembebasan kami sehingga kami bisa kembali ke Indonesia dan tidak diproses hukum di Malaysia," ungkap Gonardi.

Ditjen PSDKP-KKP memastikan bahwa kehadiran kapal-kapal pengawas akan memberikan perlindungan kepada nelayan sekaligus melakukan upaya pembinaan dan penyadartahuan terhadap nelayan-nelayan Indonesia, termasuk KM. Abadi Indah ini.

"Kami memberikan sanksi peringatan, ini sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai negara bendera (flag state responsibility)," tegas Nilanto.

Selama 2019, Ditjen PSDKP-KKP telah memulangkan 127 nelayan Indonesia yang tertangkap di berbagai negara di antaranya Malaysia, Timor Leste, Myanmar, Thailand, Australia dan India.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Ribuan Peserta Ikuti Gerak Jalan Santai Semarakkan HUT 70 Tahun Imigrasi

Gerak jalan ini diselenggarakan sebagai wujud pendekatan diri Imigrasi kepada masyarakat.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Hasto Puji TMP Bikin Terobosan Natal Bersama Warga Korban Banjir

Sekjen PDIP mengapresiasi TMP di bawah kepemimpinan Maruarar Sirait yang menyelenggarakan Natal bersama dengan korban banjir di Teluk Gong, Jakarta, Sabtu malam

NASIONAL | 19 Januari 2020

Presiden Jokowi Kunjungan Kerja ke Labuan Bajo NTT

Presiden akan melakukan sejumlah agenda kerja hingga Selasa, 21 Januari 2020, termasuk untuk meninjau infrastruktur pendukung pariwisata di Labuan Bajo.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Pemkot Depok Kerahkan Bantuan Jemput Korban Kecelakaan Maut di Subang

Dalam kecelakaan tunggal tersebut, delapan orang dinyatakan meninggal dunia, yakni pengemudi dan tujuh penumpang perempuan.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Gempa Magnitudo 5,2 Kembali Guncang Jayapura

Gempa tektonik dengan magnitudo 5,2 kembali mengguncang wilayah Jayapura pada Sabtu (18/1/2020) pagi pada pukul 07.14.40 WIB.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa Magnitudo 6,1 di Jayapura

Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan kabar-kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Ada Keluarga Cendana di Balik Investasi Bodong MeMiles?

Polisi menjadwalkan pemeriksaan tiga orang keluarga mantan Presiden Soeharto sebagai saksi.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire Sudah Lama di Radar BIN

“Itu kami sudah lama mendeteksinya, tetapi baru muncul (ramai),” ujar Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan.

NASIONAL | 19 Januari 2020

ARBI dan DD Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kecamatan Sukajaya

Penanganan pasca bencana banjir bandang dan longsor terus berlanjut. Arus Baru Indonesia (ARBI), bersama Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Dompet Dhuafa dan komunitas pencinta burung BIC, menyalurkan bantuan logistik untuk para penyintas bencana

NASIONAL | 18 Januari 2020

4 Fakta Truk‎ Kontainer Terguling di Rest Area KM 97

Truk kontainer mengalami rem blong dan dikemudikan oleh sopir yang tidak memiliki SIM.

NASIONAL | 18 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS