Penurunan Angka Stunting Tetap Menjadi Prioritas Nasional
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Penurunan Angka Stunting Tetap Menjadi Prioritas Nasional

Sabtu, 30 Mei 2020 | 13:38 WIB
Oleh : / Iman Rahman Cahyadi

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo meminta agar program penurunan angka stunting dan gizi buruk di tengah pandemi Covid-19 diteruskan sebagai salah satu prioritas nasional.

"Di bidang kesehatan, kita memiliki agenda besar, yaitu menurunkan stunting, pemberantasan TBC, malaria, demam berdarah, HIV/AIDS, dan juga berkaitan dengan gerakan hidup sehat yang harus terus kita kerjakan," kata Presiden Joko Widodo Jokowi dalam Rapat Terbatas (melalui video conference) dengan topik Evaluasi Proyek Strategis Nasional untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Dampak Covid-19, Jumat (29/5/2020).

Ia menekankan agar jajarannya tidak melupakan ancaman stunting dan gizi buruk di tengah masyarakat, meski kini pemerintah masih fokus menangani pandemi virus corona.

Sebab, penanganan stunting dan penyakit lainnya, seperti TBC, malaria hingga HIV/ AIDS, juga masuk dalam agenda strategis nasional. Agenda strategis tersebut disampaikan Presiden dan ditekankan agar tetap menjadi prioritas bagi kepentingan nasional dan tidak boleh terhenti saat pandemi.

Pemerintah menargetkan pada 2024 angka stunting turun 14 persen. Namun angka ini mungkin saja akan sulit tercapai dengan kondisi seperti saat ini, mengingat Posyandu dan tenaga kesehatan di Puskesmas tidak beroperasi dampak dari Covid-19. Agar target penurunan angka stunting nasional yang merupakan program prioritas nasional dapat tetap tercapai, dibutuhkan modifikasi strategi kebijakan yang dapat diimplementasikan di tingkat daerah.

"Stunting salah satu proyek prioritas yang merupakan turunan dari program prioritas tersebut dan tidak diperintahkan untuk di-refocusing, karenanya program ini harus terus berjalan tanpa ada pengalihan anggaran," kata Kasubdit Kerja Sama Pemerintahan, Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Desa, Ditjen Pemerintahan Desa Kemendagri, Paudah Darmi dalam acara Webinar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dalam masa wabah corona seperti sekarang ini, pelaksanaan kegiatan di bawah program prioritas harus terus didorong. Hal ini dilakukan untuk mencapai target nasional, karena dalam kondisi apapun, pencapaian prioritas nasional tersebut akan selalu dipantau.

"Jangan sampai masalah stunting menjadi bencana baru dengan dampak yang lebih besar dimasa depan. Apabila dilakukan refocusing, dana tersebut harus tetap digunakan untuk penanggulangan prioritas nasional yang sama. Hal tersebut juga berlaku untuk dana yang biasa dialokasikan untuk pencegahan stunting melalui intervensi gizi sensitif maupun spesifik seperti dana desa," tegasnya.

Deteksi Dini

Guru Besar FKUI Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K) menuturkan dalam mencegah terjadinya malnutrisi, deteksi dini seperti pemantauan pertumbuhan rutin di fasilitas kesehatan memiliki peran krusial. “Kebijakan stay at home dan physical distancing menyulitkan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu. Apabila tidak cepat dideteksi melalui pengukuran berat badan, panjang badan, hingga lingkar kepala, anak-anak bisa menderita malnutrisi kronis hingga menjadi stunting,” ungkapnya.

Damayanti menambahkan, selain mempengaruhi otak, nutrisi pada awal kehidupan seperti protein hewani, asam amino, zat besi, maupun seng, juga berpengaruh kepada daya tahan tubuh seorang anak. Asupan yang tidak cukup dapat berpengaruh pada penurunan berat badan, weight faltering (kenaikan berat badan yang tidak sesuai kurva), kesulitan nafsu makan, hingga malnutrisi.

Pengamat dan aktivis kesehatan DR. Dr. Tubagus Rachmat Sentika, SpA, MARS, yang pernah menjabat sebagai Deputi Menko PMK 2014-2016, mengapresiasi tekad pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting. Namun, Rachmat mengkritisi kurangnya infrastruktur regulasi di Kementerian Kesehatan dalam upaya penanganan masalah stunting secara menyeluruh.

Menurut Rachmat Sentika, meskipun Kementerian Kesehatan telah menerbitkan aturan tentang Tata Laksana Gangguan Gizi Akibat Penyakit melalui Permenkes 29 tahun 2019 implementasinya masih belum berjalan dengan baik. “Aturan tersebut jelas sekali menyebutkan bahwa penanganan stunting harus dilakukan melalui survailans dan penemuan kasus oleh Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan selanjutnya bila ditemukan gangguan gizi baik gizi buruk, gizi kurang, kurus, alergi atau masalah medis lainnya harus diberikan Pangan Khusus Medis khusus (PKMK),” jelas Rachmat.

Rachmat Sentika menambahkan, seharusnya semua puskesmas dan rumah sakit wajib menyediakan anggaran PKMK selain Anggaran PMT untuk menangani gangguan gizi yang akan berdampak pada stunting.

Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik, mengatakan bahwa kebijakan pencegahan stunting ini harus dikawal dan dilakukan mulai pusat sampai daerah melalui kebijakan yang jelas, terkoordinasi dan mudah diimplementasikan. “Kebijakan yang ada harus dievaluasi dan kementerian melakukan terobosan kebijakan termasuk menyiapkan petunjuk teknis yang jelas misalnya mengenai Pangan Khusus Untuk Kebutuhan Medis Khusus (PKMK) yang terbukti mampu mengatasi stunting pada anak,” tegas Agus.

"Salah satu terobosan konkrit yang diperlukan adalah pembuatan petunjuk teknis (juknis) tentang program pemberian PKMK yang sudah terbukti berhasil diterapkan," tambah Agus.



Sumber: ANTARA

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

GOR Gambir untuk Karantina Penumpang Kereta yang Tidak Memiliki SIKM

Penumpang kereta di Stasiun Gambir akan dikarantina di GOR Gambir, Jakarta Pusat jika tidak memiliki SIKM

NASIONAL | 30 Mei 2020

Kasus Covid-19 Tembus 6 Juta, Meksiko Lampaui Tiongkok

Jumlah kasus di Tiongkok masih di kisaran 82.000, posisinya dilampaui Meksiko dengan 84.000 kasus.

KESEHATAN | 30 Mei 2020

Industri Rokok Memanipulasi Anak Muda

Setiap tahunnya industri rokok kehilangan 240.618 pelanggan setia karena meninggal dunia.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Anak Masih Jadi Korban Manipulasi Industri Rokok

Anak-anak Indonesia masih menjadi target industri untuk menjadi perokok pengganti yang dilakukan secara manipulatif.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Kajian Epidemiologi Jadi Dasar Produktivitas Masyarakat di Suatu Daerah

Dari kajian yang ada, ada beberapa daerah yang sudah bisa kembali produktif dan ada beberapa daerah yang masih perlu mempersiapkan diri menuju produktif.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bengkulu Bertambah 6 Orang

Sampai saat ini kasus positif Covid-19 di Bengkulu mencapai 70 orang.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Cegah Nyeri Punggung Akibat WFH

Biasanya, nyeri punggung saat WFH disebabkan oleh mekanik atau penggunaan otot secara berlebihan atau akibat cedera yang menimbulkan ketegangan ada otot.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Pelindo III Serahkan 10.000 Alat Rapid Test kepada Pemprov Jatim

Penyerahan bantuan dilakukan di Gedung Negara Grahadi Surabaya oleh Direktur SDM Pelindo 3 Toto Heli Yanto dan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

PMI Kerahkan Relawan Bantu Penanganan Covid-19 di Jatim

Sebagian relawan dan armada PMI Pusat akan dikerahkan ke Jawa Timur guna mengantisipasi dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

KESEHATAN | 29 Mei 2020

Sempat Stagnan, Pasien Positif Kabupaten Bogor Naik 6 Orang

Kecamatan Cigombong dan Ciawi menjadi zona merah baru.

KESEHATAN | 29 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS