Peneliti CSIS: Diperlukan UU Cipta Kerja Untuk Buka Lapangan Kerja Pascapandemi

Peneliti CSIS: Diperlukan UU Cipta Kerja Untuk Buka Lapangan Kerja Pascapandemi
Penetili Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri. (Foto: Istimewa)
Siprianus Edi Hardum / EHD Kamis, 9 Juli 2020 | 08:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Keberadaan Undang- undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law dinilai menjadi peluang Indonesia menghilangkan tumpang tindih regulasi.

Dengan berbagai kemudahan yang diatur dalam RUU Cipta Kerja, investasi akan masuk dan lapangan kerja akan tercipta. Oleh karena itu semua pihak harus mendukung RUU Cipta Kerja segera menjadi UU.

Penetili Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, mengatakan, krisis covid-19 memberikan kesempatan untuk mempercepat reformasi ekonomi di Indonesia. Karenanya, diperlukan perubahan regulasi untuk memacu investasi dan penciptaan lapangan kerja.

"Meski RUU Cipta Kerja belum sempurna, tetapi ini langkah awal yang tepat untuk perbaiki iklim usaha dan ekonomi kalau nantinya menjadi UU," kata Yose, Kamis (9/7/2020).

Yose mengatakan, kondisi ekonomi saat ini cukup menghawatirkan. Adanya covid-19 dinilai akan berpengaruh tidak hanya pada pertumbuhan, namun juga pada investasi. Sementara itu, saat ini jumlah lapangan kerja di Indonesia sudah berkurang sehingga butuh investasi.

"Tanpa adanya investasi, maka mustahil tercipta lapangan kerja. Krisis Covid-19 ini harus menjadi momentum terobosan dalam reformasi ekonomi," kata Yose.

Karenanya, Yose mendorong agar pemerintah dan DPR mempercepat pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja ini. "Pembahasan RUU Cipta Kerja jangan ditunda, namun dipercepat dalam rangka memanfaatkan peluang dari krisis Covid-19," ucap Yose.



Sumber: BeritaSatu.com