Mahfud: Cepat atau Lambat Djoko Tjandra Pasti Tertangkap

Mahfud: Cepat atau Lambat Djoko Tjandra Pasti Tertangkap
Mahfud MD. (Foto: Antara)
Roberth Wardhy / CAH Rabu, 8 Juli 2020 | 22:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menko Polhukam Mahfud MD mengemukan cepat atau lambat, buronan Djoko Tjandra pasti bisa ditangkap. Pasalanya, negara ini sangat malu jika tidak bisa menangkap koruptor tersebut.

“Kita optimistis, nanti cepat atau lambat akan kita tangkap, kita optimistis,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (8/7/2020) malam.

Ia baru saja memanggil lima institusi yang terkait penanganan Djoko Tjandra yaitu Mendagri diwakili Dirjen Dukcapil, Menkumham diwakili Dirjen Imigrasi, Jaksa Agung diwakili Wakil Jaksa Agung, Kapolri diwakili Kabareskrim dan Kantor Kepala Staf Kepresidenan diwakili Deputi 5 KSP. 

Baca Juga: Kejaksaan Ancam Langsung Eksekusi Djoko Tjandra

Usai pertemuan, Mahfud menyebut semua institusi, terutama Kejagung dan Polri bertekad untuk mencari dan menangkap Djoko, baik secara bersama-sama maupun menurut kewenangannya masing-masing. Siapa saja yang menangkap duluan atau bisa bersama-sama.

“Karena bagaimana pun malu negara ini kalau dipermainkan oleh Djoko Tjandra. Kepolisian kita yang hebat masa enggak bisa nangkap. Kejagung yang hebat seperti itu masa enggak bisa nangkap gitu,” jelas Mahfud.

Dia mengaku sudah berbicara dengan sejumlah ahli. Menurut para ahli, masalah penangkapan Djoko Tjandra adalah soal sepele kalau bagi polisi dan kejagung mau menangkap.

Baca Juga: Jaksa Agung Didukung Segera Tangkap Djoko Tjandra

“Gampang ngendusnya gitu. Sehingga kalau ndak bisa keterlaluan lah,” tegas Mahfud.

Dia memastikan kejaksaan agung dan kepolisian akan terus bekerja keras untuk menangkap Tjoko Tjhandra. Kemenkumham dan Kemendagri akan membantu atau back up dari dokumen-dokumen kependudukan dan keimigrasian. Sedangkan dari Istana Presiden melalui KSP akan membantu berbagai instrumen-instrumen adminitrasi yang diperlukan dari pemerintah dalam menangkapnya.

“Kita itu punya tim pemburu koruptor. Ini mau kita aktifkan lagi. Ya anggotanya ya pimpinan polri, pimpinan kejagung, pimpinan kemenkumhan, nanti dikoordinir dari kantor kemenko polhukam. Ini tim pemburu koruptor ini sudah ada beberapa tahun dulu. Nanti mungkin dalam waktu yang tidak lama tim pemburu koruptor ini akan membawa orang juga dan pada saatnya akan memburu Djoko Tjandra,” tutup Mahfud. 



Sumber: BeritaSatu.com