Putusan MA Tidak Berdampak pada Hasil Pemilu 2019

Putusan MA Tidak Berdampak pada Hasil Pemilu 2019
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (tengah) dan Ma'ruf Amin (kiri) memberikan keterangan pers terkait sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Jakarta, Kamis (27/6/2019). (Foto: Antara Foto / Akbar Nugroho Gumay)
Yeremia Sukoyo / CAH Rabu, 8 Juli 2020 | 19:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Putusan Uji Materil No. 44P/Hum/2019 (Putusan Uji Materil) yang diputus oleh Mahkamah Agung (MA) tanggal 28 Oktober 2019 (8 hari setelah tanggal pelantikan Jokowi-Maruf Amin) dan dimuat di Website MA tanggal 3 Juli 2020, telah membatalkan Pasal 3 (7) Peraturan KPU tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih (Peraturan KPU) yang pada pokoknya mengatur tentang mekanisme penetapan pasangan calon terpilih jika pemilu hanya diikuti oleh 2 pasangan calon, yaitu hanya dilihat dari suara terbanyak saja.

Praktisi hukum Humprey Gani Djemat, menjelaskan, dasar MA membatalkan Pasal 3 (7) Peraturan KPU karena ketentuan tersebut bertentangan dengan Pasal 416 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu), yang pada pokoknya mengatur syarat lainnya untuk penetapan pasangan calon terpilih, yaitu harus menang di lebih dari setengah (50+1) jumlah seluruh provinsi, dimana persentase kemenangannya harus diatas 20 persen.

Baca Juga: Pakar: Putusan MA Tidak Membatalkan Kemenangan Jokowi-Amin

"Dilihat dari sudut pandang hukum, hasil Putusan Uji Materil ini tidak berdampak apapun terhadap hasil pemilu yang lalu yang menetapkan Jokowi-Maruf Amin sebagai pasangan calon terpilih, karena hukum Indonesia mengenal Asas Non-Retroaktif yang pada pokoknya melarang keberlakuan surut dari suatu undang-undang," kata Humprey Gani Djemat, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Dengan demikian, menurutnya, norma yang ditetapkan Putusan Uji Materil yaitu membatalkan Pasal 3 (7) Peraturan KPU tidak mengikat kepada seluruh peristiwa yang terjadi sebelum tanggal Putusan Uji Materil tersebut.

"Dengan kata lain, penetapan Pasangan Calon Terpilih Jokowi-Maruf Amin yang masih menggunakan ketentuan Pasal 3 (7) Peraturan KPU, tetap berlaku dan tidak tunduk terhadap norma/isi dari Putusan Uji Materil karena terjadi sebelum Putusan Uji Materil dikeluarkan MA," ucapnya.

Baca Juga: Yusril Tegaskan Putusan MK Soal Hasil Pilpres Final dan Mengikat

Selain itu, sekalipun penentuan pasangan calon terpilih yang lalu tetap harus tunduk pada isi Putusan Uji Materil, berdasarkan informasi dari KPU diketahui bahwa pasangan Jokowi-Maruf Amin sebenarnya telah memenuhi syarat dimaksud dalam Pasal 416 UU Pemilu, yaitu memenangi di lebih dari setengah jumlah seluruh provinsi Indonesia, dengan masing-masing kemenangan lebih dari 20 persen.

Sebagaimana diketahui, Rahmawati Soekarnoputri dan kawan-kawan menggugat PKPU No 5 Tahun 2019 ke MA tanggal 14 Mei 2019. MA memutus perkara tersebut pada tanggal 28 Oktober 2019 dan memenangkan Rahmawati dan kawan-kawan. Putusan MA itu baru dipublikasikan tanggal 3 Juli 2020. Sementara tanggal 21 Mei 2019, KPU telah menetapkan Capres terpilih berdasarkan hasil sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi. 



Sumber: BeritaSatu.com