Eks Kepala KPP PMA Jakarta Dihukum 6,5 Tahun Penjara

Eks Kepala KPP PMA Jakarta Dihukum 6,5 Tahun Penjara
Mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga Yul Dirga (tengah) berada di dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10/2019). KPK menahan Yul Dirga dalam kasus dugaan suap terkait pemeriksaan atas restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahun pajak 2015 dan 2016. (Foto: ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto)
Fana F Suparman / WM Rabu, 1 Juli 2020 | 20:06 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun dan 6 bulan pidana penjara serta denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap mantan Kepala Kantor Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Tiga Jakarta, Yul Dirga.

Majelis Hakim menyatakan, Yul Dirga terbukti menerima suap sebesar US$18.425, US$14.400, dan Rp 50 juta dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim dan Katherine Tan Foong Ching selaku Chief Financial Officer Wearnes Automotive PTE LTD.

Tujuan pemberian uang agar Yul Dirga dan tiga orang pemeriksa pajak KPP PMA Tiga Jakarta yaitu Hadi Sutrisno, Jumari, dan Muhammad Naim Fahmi menyetujui permohonan lebih bayar pajak (restitusi) yang diajukan PT WAE tahun pajak 2015 dan 2016.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Yul Dirga dengan pidana penjara selama 6 tahun dan 6 bulan dan denda Rp 300 juta bila denda tidak dibayar diganti kurungan selama 3 bulan," kata Ketua Majelis Hakim M Sirajd saat membacakan amar putusan terhadap terdakwa Yul Dirga, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Tak hanya pidana pokok, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan terhadap Yul Dirga berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar US$18.425 USD, US$14.400, dan Rp 50 juta selambat sebulan setelah keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Jika dalam jangka waktu tersebut, Yul Dirga tidak membayar uang pengganti, harta bendanya akan disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

"Jika terdakwa tidak memiliki harta benda senilai dimaksud, maka terdakwa akan dipidana selama 2 tahun," kata Hakim.

Putusan terhadap Yul Dirga itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK. Sebelumnya Yul Dirga dituntut hukuman penjara 9 tahun 6 bulan dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan serta menuntut agar Yul Dirga membayar uang pengganti sebesar US$133.025, Sin$ 49.000  dan Rp 25 juta.

Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal dalam menjatuhkan hukuman terhadap Yul Dirga. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Yul Dirga itu dinilai tidak mendukung program pemeirntah mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN.

Perbuatan Yul Dirga juga dinilai berpengaruh negatif dalam optimalisasi penerimaan negara khusunya sektor pajak. Selain itu, terdakwa Yul Dirga juga telah menikmati hasil perbuatan, berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatan.

Sementara untuk hal yang meringankan, Majelis Hakim menilai Yul Dirga telah berlaku sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum. Selain itu, dalam menjatuhkan hukuman ini, Hakim Anggota, Joko Subagyo sempat mengajukan dissenting opinion atau berbeda pendapat.

Atas putusan Majelis Hakim, Jaksa Penuntut KPK maupun Yul Dirga menyatakan pikir-pikir.



Sumber: BeritaSatu.com