BNN Canangkan Hidup 100% Tanpa Narkoba

BNN Canangkan Hidup 100% Tanpa Narkoba
Ilustrasi Narkoba (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Bayu Marhaenjati / WBP Jumat, 26 Juni 2020 | 17:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -Badan Narkotika Nasional (BNN), menggelar acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 bertema "Hidup 100% di Era New Normal Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia Tanpa Narkoba", di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Perhelatan yang digelar virtual itu dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Tjahjo Kumolo, Ketua DPR Puan Maharani, Imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, dan sejumlah menteri serta pejabat tinggi negara lainnya.

Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko mengatakan, pada peringatan HANI 2020, sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, BNN serta lembaga lainnya mencanangkan hidup 100 persen tanpa narkoba, tanpa radikalisme, tanpa korupsi, termasuk mengatasi bencana Covid-19 guna menyiapkan generasi muda Indonesia menjadi bonus demografi di tahun 2035-2040. "Insyaallah kita akan menjadi tiga atau empat ekonomi dunia dengan catatan generasi muda kita tidak menggunakan narkoba, tidak radikal, tidak korupsi dan lainnya," ujar Heru, di Gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2020).

Dikatakan Heru, langkah strategis yang dilakukan BNN dalam upaya perang dengan narkoba adalah melalui strategi demand reduction yang merupakan aktivitas pencegahan serta masyarakat memiliki ketahanan diri atau imun terhadap penyalahgunaan narkotika. Selain itu melalui strategi supply reduction, yaitu aspek penegakan hukum yang tegas dan terukur dalam menangani sindikat narkotika. "BNN juga melakukan rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahgunaan narkotika," ungkapnya.

Baca juga: Wapres Apresiasi BNN Turunkan Prevalensi Narkoba

Heru menyampaikan, sepanjang tahun 2019, BNN telah melaksanakan tugas di bidang demand reduction sebagai upaya membentuk masyarakat agar memiliki ketahanan diri terhadap ancamanan penyalahgunaan narkotika. Di antaranya, program desa bersih narkoba, relawan antinarkotika, program ketahanan keluarga, serta bersinergi dengan lapas dan rutan terkait pelaksanaan rehabilitasi narkotika dan kerja sama dalam pengungkapan jaringan.

"BNN turut mendorong perekonomian Indonesia dengan memberdayakan kawasan rawan dengan memberikan pelatihan bagi warga binaan berupa keterampilan life skill dan memasarkan produk melalui aplikasi tokostopnarkoba.bnn.go.id yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan dunia," katanya.

Baca jugaWapres: Penanganan Narkoba Harus Jamin Hak Warga

Heru melanjutkan, BNN juga telah melakukan upaya peningkatan kerja sama internasional antara penegak hukum melalui pelatihan terintegrasi dengan negara Filiphina, Laos, Fiji, Srilanka dan Timor Leste. "Selain itu melakukan pelatihan internasional tentang teknik dan taktik penyelidikan narkotika yang dihadiri oleh Timor Leste, Arab Saudi, Thailand, Brunei Darusalam, Kamboja, Pupua New Guinea, dan Kolombia," tambahnya.

Menyoal bidang supply reduction, kata Heru, BNN melakukan penindakan terhadap segala bentuk kejahatan narkotika. Hasilnya, memetakan 98 jaringan sindikat narkotika, 27 di antaranya berskala internasional, dengan mengungkap 33 jaringan dan sedikitnya ada 19 jaringan yang melibatkan warga binaan atau napi di lapas.

"Berdasarkan penanganan kasus tindak pidana narkotika tahun 2019, BNN berhasil mengungkap kasus sebanyak 55 kasus dengan jumlah tersangka 59 orang. Di tengah masa pandemi Covid-19, BNN berhasil mengungkap jaringan internasional sebanyak 14 jaringan, kebanyakan melalui online jasa pengiriman, tapi masih ada juga yang melalui jalur laut. Selain itu, Polri juga berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika dari 2019 sampai sekarang sebanyak 16 ton sabu," jelasnya.

Heru mengungkapkan, BNN juga menjalankan strategi defence active yang sangat berdampak dalam mengurangi penyelundupan narkotika ke Indonesia. "Keberhasilan tersebut di antaranya penggagalan penyelundupan narkotika sabu seberat 2,06 ton oleh Jabatan Siasatan Jenayah Malaysia, operasi penggagalan penyelundupan 17,4 ton yang dilakukan Komite Sentral Myanmar untuk Pengendalian Penyalahgunaan Narkotika, penggagalan penyelundupan oleh angkatan laut Srilanka bulan Maret, sebanyak 500 kilo ketamin dan 500 kilo metamphetamin, dan bulan April, 281 kilogram heroin di mana narkotika tersebut ditujukan untuk pasar Indonesia," terangnya.

Heru menyampaikan, terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan dan mendukung pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). "Kami menyadari perlu kerja sama dari seluruh komponen bangsa," tandasnya.

Pada peringatan HANI 2020, BNN memberikan penghargaan kepada 21 insan dan instansi, salah satunya kepada Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holding (BSMH) Primus Dorimulu, yang telah berjasa mendukung BNN dalam pelaksanaan bidang P4GN. Kemudian, launching Hidup 100% di Era New Normal Sadar, Sehat, Produktif, dan Bahagia Tanpa Narkoba, penandatanganan bersama oleh 13 kementerian dan lembaga terkait peluncuran website aduannarkoba.bnn.go.id dan BNN One Stop Service (BOSS).



Sumber: BeritaSatu.com