Konsumsi Narkotika Meningkat Saat Pandemi Covid-19

Konsumsi Narkotika Meningkat Saat Pandemi Covid-19
Irjen Arman Depari. (Foto: Antara)
Primus Dorimulu / AO Jumat, 26 Juni 2020 | 13:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Konsumsi narkotika di Tanah Air meningkat saat pandemi Covid-19. Penyebabnya karena banyak warga yang stres karena kegiatan bisnis tidak aktif sehingga mereka menggunakan barang terlarang tersebut.

Hal itu dikatakan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari saat berbincang dengan Beritasatu.com di sela-sela peringatan Hari Antinarkotika Internasional (Hani) 2020 di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

“Tidak aktifnya kegiatan bisnis melahirkan pengangguran dan kemiskinan baru. Konsumennya (narkotika, Red) meningkat karena stress,” kata Depari. Selain itu, kata dia, warga yang menganggur juga sangat mudah tergoda untuk menjadi kurir. Fakta ini yang selalu dicermati serius oleh BNN.

Di sisi pasokan, jaringan narkotika tetap bekerja meski ada pandemi Covid-19. Jika pada era sebelum pandemi, peredaran narkotika lewat laut sekitar 80%, maka saat ini hampir 100% lewat laut. Selain karena ketatnya pemeriksaan di bandara, Indonesia adalah negara kepulauan sehingga jaringan internasional itu menggunakan jalur laur.

“Impor narkotika datang dari kawasan Segitiga Emas, yakni Myanmar, Laos, dan Thailand. Di tiga negara ini berkumpul mafia narkotika internasional,” ujar Depari.

Indonesia, kata dia, menjadi target utama mafia jaringan narkoba interasional karena jumlah penduduk besar dan dapat dijangkau dengan mudah lewat laut. Jumlah penduduk Indonesia yang saat ini sekitar 273 juta jiwa menjadi pasar yang besar bagi narkotika.



Sumber: BeritaSatu.com