Jamaah Islamiah Bangkit Lagi, Terkait Tokoh Bom Bali 1

Jamaah Islamiah Bangkit Lagi, Terkait Tokoh Bom Bali 1
Ilustrasi (Foto: Antara)
Farouk Arnaz / JAS Minggu, 14 Juni 2020 | 19:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jamaah Islamiah (JI) muncul kembali dalam peta teror Indonesia. Beberapa orang kaki tangan kelompok ini telah dibekuk oleh Densus 88 di sejumlah tempat akhir-akhir ini.

Siapa yang pertamakali membangkitkan jaringan ini?

Seseorang yang mengetahui kasus ini menyebut tokoh di balik bangkitnya kembali kelompok ini adalah H yang dulu sempat ditangkap dalam kasus Bom Bali 1.

“Saat itu H ini ditangkap karena menyembunyikan Ali Gufron alias Muklas dan Imam Samudra,” katanya pada Beritasatu.com Minggu (14/6/2020).

H terkait dengan Abdullah yang membeli senjata api dari oknum aparat dan berupaya hendak mengirim ke Jawa Barat melalui ekspedisi di Jalan Kunti, Sidotopo, Surabaya April lalu.

JI adalah kelompok teror yang diperkuat eks jihadis lulusan Akademi Para Militer di Afghanistan. Mereka bertanggung jawab dalam aksi bom Bali 2002 dan bom kembar Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta pada 2019.

Sejak itu gerakan kelompok ini relatif senyap namun ternyata kelompok ini tidak pernah mati, termasuk munculnya Neo JI, dan selalu beradaptasi dengan zaman dengan tujuan akhir membangun khilafah.

Neo JI yang dimaksud adalah kelompol lanjutan dari JI yang saat itu dipimpin oleh Para Wijayanto. Para yang buron sejak 2003 itu akhirnya ditangkap Densus pada 2019 di Bekasi.

Saat itu terungkap mereka punya kemampuan finansial mumpuni. Strategi mereka antara lain membuat tamkin atau penguasaan wilayah di beberapa wilayah yang diperkuat karena dia sudah membentuk organisasi yang lebih modern.

Kini kelompok ini muncul lagi.



Sumber: BeritaSatu.com