Jaksa Tuntut Terdakwa Aulia Kesuma Hukuman Mati

Jaksa Tuntut Terdakwa Aulia Kesuma Hukuman Mati
Tersangka Aulia Kesuma saat memeragakan adegan ke-25 B yaitu, Menumbuk 30 butir obat tidur untuk membius suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana sebelum dibunuh 23 Agustus 2019 di Jl Lebak Bulus I No. 129 B, Kamis 5 September 2019. (Foto: BeritaSatu Photo / Erwin C Sihombing)
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 4 Juni 2020 | 22:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut terdakwa Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin dengan hukuman mati, terkait kasus pembunuhan berencana, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2020). Kedua terdakwa dinilai terbukti membunuh Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan putranya, Adi Pradana alias Dana (23).

Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendradi mengatakan, tim JPU menyatakan terdakwa pertama Aulia Kesuma alias Aulia Binti Tianto Natanael dan terdakwa kedua Geovanni Kelvin Octavianus Robert terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana -sebagai yang melakukan dan yang turut serta melakukan pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu- seperti diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP sesuai dakwaan primer dari penuntut umum.

Sidang Tuntutan Terdakwa Aulia Kesuma Ditunda

"Kedua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Aulia Kesuma alias Aulia binti Tianto Natanael dengan pidana mati. Ketiga, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Geovanni Kelvin Octavianus Robert dengan pidana mati," ujar Sigit.

Berdasarkan berkas tuntutan, JPU melihat tidak ada hal yang meringankan terhadap kedua terdakwa dalam kasus itu. Sementara, hal yang memberatkan perbuatan para terdakwa adalah telah menghilangkan nyawa korban Edi Candra Purnama dan Adi Pradana. Perbuatan para terdakwa dilakukan secara sadis, dan menarik perhatian masyarakat sehingga menimbulkan keresahan.

Pihak terdakwa sedang menyiapkan nota pembelaan atau pledoi menyikapi tuntutan yang dibuat JPU dengan harapan majelis hakim dapat meringankan hukuman.

Dua Jenazah Terikat Ditemukan dalam Minibus Terbakar di Sukabumi

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membekuk tersangka Aulia Kesuma, lantaran diduga membunuh suaminya Edi Candra alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, Adi Pradana (23), di kediamannya, Jalan Lebak Bulus I, Cilandak, Jakarta Selatan. Jenasah korban kemudian, ditemukan di dalam mobil terbakar, di Jalan Cidahu-Parakansalak, Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam menjalankan aksinya, Aulia dibantu anaknya Geovanni Kelvin dan eksekutor Kusmawanto Agus serta Muhammad Nur Sahid. Kasus pembunuhan berencana itu, dilakukan Aulia dan terdakwa lainnya, pada Jumat (23/8/2019) lalu.

Ini Kronologi Pembunuhan serta Pembakaran di Sukabumi

Aulia yang menjadi otak pembunuhan terpaksa menghabisi nyawa suaminya karena motif ekonomi, terlilit utang hingga Rp 10 miliar. Aulia sempat meminta suaminya untuk menjual rumah, karena dia sudah kewalahan harus mencicil utang Rp 200 juta per bulan. Namun, permintaan itu ditolak korban.

Sejurus kemudian, Aulia bersama terdakwa lainnya merencanakan pembunuhan. Akhirnya, mereka memutuskan untuk meracuni Edi dengan obat tidur jenis vandres sebanyak 30 butir yang dicampur ke dalam jus. Setelah korban terlelap, para eksekutor membekapnya hingga tewas.

Sementara, Adi Perdana dibunuh dengan cara dicekoki alkohol dan dibekap. Selanjutnya, kedua korban diangkut menggunakan mobil dan dibuang ke dalam jurang dengan kondisi mobil terbakar, di Sukabumi, Jawa Barat.



Sumber: BeritaSatu.com