Gelar Rapid Test, Menkumham: Pekerja Media Juga Garda Depan Covid-19

Gelar Rapid Test, Menkumham: Pekerja Media Juga Garda Depan Covid-19
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly (Foto: Beritasatu.com / Fana Suparman)
Fana Suparman / FMB Kamis, 21 Mei 2020 | 06:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) menggelar rapid test Covid-19 bagi awak media yang bertugas di lingkungan Kemkumham, Rabu (20/5/2020). Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, menyebut langkah ini dilakukan sebagai bagian upaya deteksi dan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Kemenkumham.

"Rapid test ini kami lakukan agar jurnalis peliput mendapat kejelasan mengenai kondisi kesehatannya, terlebih di masa puasa dan menjelang Lebaran seperti sekarang. Dengan deteksi dini, bila ternyata ada yang terpapar Covid-19 tentunya bisa dilakukan penanganan yang lebih cepat dan tepat," kata Yasonna dalam keterangannya kepada wartawan.

Kegiatan rapid test ini diikuti oleh 80 wartawan yang rutin bertugas melakukan peliputan di lingkungan Kemkumham. Adapun acara digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Yasonna, rapid test ini digelar lantaran pekerja media seperti halnya tenaga medis berisiko tinggi terpapar Covid-19. Dikatakan, pekerja media menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai pandemi virus corona.

"Kami menyediakan rapid test buat wartawan karena sadar bahwa profesi ini berisiko tinggi terpapar Covid-19 seperti halnya tenaga kesehatan di garda depan. Bila tenaga kesehatan menjadi garda terdepan merawat orang yang sudah terpapar Covid-19, maka para jurnalis yang bekerja di lapangan juga berdiri di garda depan dalam menyampaikan informasi sekaligus membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakat soal bahaya virus ini," katanya.

Selain itu, Yasonna mengatakan, rapid test kepada wartawan ini sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden untuk menggelar tes masal. Rapid test ini, katanya, merupakan bagian dari kontribusi jajaran Kemkumham sebagai anak bangsa dalam upaya memerangi pandemi Covid-19.

"Tentunya kami berharap rekan-rekan wartawan peliput Kemkumham selalu diberi kesehatan dan kekuatan agar tetap dapat menjalankan tugas mulianya sehingga masyarakat bisa menerima informasi yang akurat serta bermanfaat," katanya.

Sementara itu, Sekjen Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto, menyebut pelaksanaan rapid test kepada wartawan peliput Kemkumham merupakan bagian dari rangkaian aksi solidaritas yang digelar Kemkumham di tengah pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Kemkumham telah berulang kali menyalurkan paket bantuan sosial kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

"Semua kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat gotong royong terhadap kemanusiaan di tengah masa sulit pandemi Covid-19," katanya.

Selama masa pandemi Covid-19, jajaran Kemenkumham diketahui berulang kali mendistribusikan paket bantuan sosial berupa sembako hingga APD bagi tenaga kesehatan. Tak kurang dari 7.100 paket bantuan sosial diberikan kepada masyarakat berbagai daerah, mulai dari wilayah Bogor, Tangerang, hingga Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatra Selatan. Selain itu, terdapat juga 1.050 paket bantuan lain bagi pegawai nonpegawai negeri, office boy, dan petugas keamanan di lingkungan Kemkumham. Sebagian dari paket bantuan sosial hingga hand sanitizer, masker, maupun APD yang dibagikan merupakan hasil produksi warga binaan pemasyarakatan di sejumlah lapas. 



Sumber: BeritaSatu.com