Nasibnya Sempat Digantung, Penyidik yang Tangani Kasus Harun Masiku Kembali Bekerja di KPK

Nasibnya Sempat Digantung, Penyidik yang Tangani Kasus Harun Masiku Kembali Bekerja di KPK
Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap. (Foto: ANTARA)
Fana F Suparman / WM Jumat, 15 Mei 2020 | 19:46 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Kompol Rossa Purbo Bekti kembali bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nasib Rossa yang menjadi salah satu tim penyidik kasus suap yang menjerat Komisioner KPU, Wahyu Setiawan dan caleg PDIP, Harun Masiku itu sebelumnya sempat terkatung lantaran dikembalikan secara sepihak oleh pimpinan KPK ke Polri. Padahal, Mabes Polri telah membatalkan penarikan Rossa dari KPK karena masa tugasnya baru akan berakhir pada September 2020.

Kembali bekerjanya Rossa di KPK disampaikan Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap. Dikatakan, Rossa sudah mulai bekerja di Gedung KPK pada Kamis (14/5/2020).

"Alhamdulillah kabar baik dan bahagia datang di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Tadi kami lihat Mas Rossa Purbo Bekti sudah kembali aktif dan bekerja di KPK," kata Yudi melalui keterangannya, Kamis (14/5/2020).

Yudi mengaku tidak mengetahui proses hingga Rossa dapat kembali. Ia meminta hal tersebut dikonfirmasi kepada Juru Bicara KPK. Yang pasti, kata Yudi kembalinya Rossa menjadi penyemangat pegawai KPK untuk terus berkomitmen memberantas korupsi.

"Terima kasih kepada pimpinan KPK, Dewas KPK, Mabes Polri sehingga Mas Rossa sudah kembali bekerja di KPK dan bergabung lagi bersama kami," katanya.

Plt Jubir KPK, Alu Fikri membenarkan Rossa telah kembali bekerja di lembaga antikorupsi. Dikatakan, kembalinya Rossa ini berdasarkan Rapat Pimpinan tanggal 6 Mei 2020. Dalam rapat tersebut, pimpinan KPK telah meninjau kembali dan membatalkan serta menyatakan tidak berlaku surat Keputusan Sekretaris Jenderal KPK 123/2020 tentang Pemberhentian Dengan Hormat Pegawai Negeri yang Dipekerjakan pada KPK atas nama Rossa Purbo Bekti terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020.

"Selanjutnya, telah terbit Surat Keputusan Sekjen KPK 744.1/2020 Tentang Pembatalan Keputusan Sekjen KPK 123/2020 Tentang Pemberhentian Dengan hormat Pegawai Negeri yang Dipekerjakan pada KPK tertanggal 6 Mei 2020," kata Ali.

Dikatakan Ali, Surat Keputusan Sekjen KPK tersebut dibatalkan setelah memperhatikan dan mengingat antara lain Surat Kapolri tertanggal 3 Maret 2020 perihal Tanggapan Atas Pengembalian Penugasan Anggota Polri di lingkungan KPK guna memperkerjakan kembali Pegawai Negeri yang Dipekerjakan atas nama Rosa Purbo Bekti sampai tanggal 23 September 2020.

"Atas surat tersebut, pimpinan KPK secara kolektif kolegial memutuskan untuk menyetujuinya," katanya.

Dengan keputusan tersebut, hak-hak Kepegawaian Rossa Purbo Bekti telah kembali sebagaimana sebelum diterbitkannya Keputusan Sekjen KPK 123/2020 tersebut.

"Perlu kami jelaskan pula bahwa kami belum mendengar kesimpulan dari Ombudsman dan semestinya tentu belum ada kesimpulan karena jawaban KPK atas surat ombudsman telah kami kirim hari ini," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com