Mahfud MD: Tidak Ada Pembebasan Bersyarat Napi Koruptor

Mahfud MD: Tidak Ada Pembebasan Bersyarat Napi Koruptor
Menko Polhukam Mahfud MD di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun)
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 4 April 2020 | 22:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhukam, Mahfud MD, menegaskan, sampai dengan saat ini pemerintah tidak memiliki rencana untuk memberikan remisi atau pembebasan bersyarat kepada narapidana korupsi, teroris dan bandar narkoba terkait merebaknya wabah virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: PSBB Sudah Menampung Tuntutan Lockdown

"Agar clear yah, sampai sekarang pemerintah tidak merencanakan mengubah atau merevisi PP Nomor 99/2012, sehingga tidak ada rencana memberi remisi atau pembebasan bersyarat kepada pelaku atau kepada narapidana korupsi. Juga tidak ada terhadap teroris, juga tidak ada kepada bandar narkoba,” jelas Mahfud dalam video yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (4/4/2020).

Dalam video tersebut, Mahfud menjelaskan, pekan lalu memang ada keputusan memberi remisi dan pembebasan bersyarat kepada narapidana dalam tindak pidana umum.

"Bahwa itu tersebar di luar, itu mungkin karena ada aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Menkumkam. Kemudian, Menkumham menginformasikan bahwa ada permintaan sebagian masyarakat untuk itu. Tapi pemerintah sendiri sampai sekarang tetap berpegang kepada sikap Presiden pada tahun 2015 dulu," jelas Mahfud.

Baca Juga: Dewas KPK Tolak Wacana Menkumham Bebaskan Koruptor

Mahfud mengatakan, pada tahun 2015, Presiden sudah menyatakan tidak akan mengubah dan tidak punya pikiran untuk merevisi PP Nomor 99/2012.

"Jadi tidak ada sampai hari ini, tidak ada rencana memberi pembebasan bersyarat kepada napi koruptor, napi terorisme dan napi bandar narkoba. Tidak ada," tegas Mahfud.

"Alasannya apa, pertama PP-nya itu khusus sudah ada, bahwa itu berbeda dengan napi yang lain. Lalu yang kedua, kalau tindak pidana korupsi itu sebenarnya tidak uyu-uyuan juga sih. Tempatnya mereka sudah luas, sudah bisa melakukan physical distancing. Malah diisolasi disana lebih bagus dari pada diisolasi di rumah," pungkas Mahfud.



Sumber: BeritaSatu.com