Cegah Penyebaran Corona, Polri Lakukan Penahanan Sebagai Opsi Terakhir

Cegah Penyebaran Corona, Polri Lakukan Penahanan Sebagai Opsi Terakhir
Kabag Penum Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra saat kegiatan Workshop Polwan di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara, Selasa (3/3/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus)
Farouk Arnaz / CAH Kamis, 2 April 2020 | 20:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polri tak ingin ruang tahanan (Rutan) di markas polisi malah menjadi lokasi transmisi virus corona (covid-19). Maka itu penahanan dipertimbangkan secara ketat dan menjadi opsi terakhir.

Hal itu dikatakan Kabag Penum Kombes Asep Adi Saputra dalam keterangan yang disiarkan langsung, Kamis (2/4/2020). Penahanan akan dilakukan dengan sangat selektif.

“Sebagaimana petunjuk Kapolri bahwa jajaran Kepolisian dalam melakukan penanganan tindak pidana sangat selektif dan yang berhubungan dengan penahanan dalam proses penyidikan dijadikan sebagai upaya paling terakhir setelah berbagai pertimbangan,” kata Asep.

Upaya yang dikedepankan adalah proses penyelesaian hukum secara normatif namun tetap mempertimbangkan sifat dari tindak pidana dan situasi yang ada saat ini.

“Tujuannya agar tidak terjadi kepadatan jumlah tahanan yang berada di rumah tahanan kepolisian dan dalam rangka melaksanakan physical distancing,” tambah Asep.

Namun sayang Asep tidak menyediakan data berapa jumlah tahanan dan titipan yang saat ini ada di markas-markas polisi. Meskipun, sebagaimana diketahui, mereka umumnya terjerat kasus narkoba.



Sumber: BeritaSatu.com