Perjuangkan Kompol Rosa, Ketua WP-KPK Sesalkan Dilaporkan ke Dewas

Perjuangkan Kompol Rosa, Ketua WP-KPK Sesalkan Dilaporkan ke Dewas
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono)
Fana Suparman / WBP Kamis, 19 Maret 2020 | 04:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP-KPK) Yudi Purnomo diperiksa Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait polemik pemulangan penyidik Kompol Rossa Purbo Bekti ke institusi polri. Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut atas laporan yang dilayangkan kolega Yudi di KPK, Ian Shabir.

Yudi menyesalkan atas langkah Ian Shabir yang juga pegawai KPK melaporkannya ke Dewan Pengawas. Hal ini lantaran Yudi mengaku sedang memperjuangkan nasib Rossa yang kini terkatung-katung. Sebagai pegawai KPK, Yudi mengatakan, Ian Shabir seharusnya mendukung langkah WP. "Bagi kami laporan tersebut memang merupakan suatu hal yang seharusnya tidak terjadi. Karena yang kami perjuangkan adalah pegawai," kata Yudi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Baca jugaDewas KPK Tindaklanjuti Laporan Polemik Pengembalian Kompol Rossa

Meski demikian, Yudi mengaku menghormat langkah Ian Shabir yang juga tim juru bicara KPK itu. Menurutnya, pelaporan ini merupakan risiko yang harus ditempuhnya selaku WP-KPK yang sedang memperjuangkan nasib pegawai. Meski demikian, Yudi menekankan laporan yang dibuat Ian Shabir tidak berdasar dan hal tersebut telah disampaikannya kepada Dewan Pengawas. "Jadi, kami harap bahwa sudah lagi tidak ada hal-hal yang perlu diperdebatkan di publik," tegas Yudi.

Baca juga: Polemik Pengembalian Kompol Rossa, Pegawai Laporkan Firli Cs ke Dewas KPK

Meski dilaporkan ke dewas, Yudi memastikan bakal tetap konsisten memperjuangkan nasib Rossa yang dikembalikan ke institusi polri secara sepihak. Yudi berharap Rossa dapat kembali menjadi penyidik KPK dan bersama-sama berjuang memberantas korupsi.

"Menunggu dari banding administrasi yang dilakukan kepada Bapak Presiden. Sedang menunggu jawabannya. Mengharapkan agar mas Rossa kembali bekerja di KPK," jelas Yudi.

Diberitakan, WP-KPK melaporkan pimpinan KPK ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik terkait polemik Kompol Rossa. Yudi kemudian dilaporkan balik ke dewas. Laporan itu diduga dilayangkan oleh anggota Tim Jubir KPK Ian Shabir. Dalam laporannya, Yudi dituduh melanggar etik karena menyebarkan info ke publik terkait polemik pengembalian Kompol Rossa Purbo Bekti. Yudi juga dituduh melanggar etik karena menyebarkan informasi ke publik bahwa Kompol Rossa tidak menerima gaji di Bulan Februari 2020, akibat diberhentikan per 31 Januari 2020.



Sumber: BeritaSatu.com