Dewan Pengawas Rampung Susun Kode Etik KPK
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Dewan Pengawas Rampung Susun Kode Etik KPK

Kamis, 5 Maret 2020 | 20:54 WIB
Oleh : Fana Suparman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) telah rampung menyusun kode etik untuk internal KPK. Penyusunan dan penetapan kode etik merupakan tugas Dewas KPK yang diatur dalam Pasal 37 B huruf c UU nomor 19 tahun 2019. Namun, aturan etik bagi pimpinan dan seluruh pegawai KPK itu belum dapat diberlakukan lantaran menunggu pengesahan melalui peraturan komisi (Perkom).

Baca: Mahfud Tegaskan Pemerintah Ingin KPK Tetap Kuat

"Sudah kita selesaikan. Tetapi, nanti tunggu pimpinan akan buat perkom," kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean menyatakan, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Tumpak menyatakan, secara substansi, kode etik yang disusun Dewas KPK tak banyak berubah dengan kode etik sebelumnya. Hanya saja, ada salah satu nilai dasar baru yakni sinergisitas. Penambahan nilai itu, untuk menyelaraskan UU KPK hasil revisi.

"Undang-undang baru itu dijelaskan bahwa KPK harus melakukan kerja sama yang baik, bersinergi, kordinasi dan supervisi secara baik. Bahkan, di situ juga ada joint operation. Di dalam penjelasan undang-undang itu kita cantumkan itu sebagai salah satu nilai dasar, sinergi," kata Tumpak.

Baca: Pencegahan Korupsi Tak Hanya Tergantung KPK

Meski demikian, Tumpak meyakini sinergisitas tidak akan menimbulkan konflik kepentingan. Sebaliknya, kode etik tersebut dinilai tetap akan menjaga nilai indepedensi lembaga antikorupsi. "Oh tidak (rawan konflik kepentingan). Independensinya juga kita atur sedemikian rupa. Sinergi tak berarti kompromi, itu jelas disebut di kode etik kita," katanya.

Sementara itu, Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, lima pimpinan KPK jilid V selalu berkomunikasi dengan Dewas KPK terkait pembentukan dan penerapan kode etik. Dikatakan, terdapat tiga peraturan mengenai kode etik yang sudah disepakati pimpinan dan Dewas KPK.

"Pertama adalah kode etik itu sendiri, kedua adalah tata cara penegakannya, dan yang ketiga adalah mekanisme periksaan atau persidangan," katanya.

Baca: KPK Tetapkan Empat Sektor Utama Pemberantasan Korupsi

Dikatakan Firli, tiga rancangan peraturan itu telah disosialisasikan. Saat ini, rancangan kode etik itu sedang diajukan ke Kemkumham. "Nanti kalau sudah diundangkan maka tentu kita akan melakukan sosialisasi secara menyeluruh dan itu kita sampaikan," katanya.

Firli mengatakan, kode etik yang baru merupakan penggabungan dari kode etik yang telah ada. Tidak ada yang berkurang dibanding kode etik sebelumnya.

"Bahkan ada nilai-nilai yang kita tambahkan antara lain adalah sesuai dengan amanat undang-undang bahwa kode etik pelaksanaan tugas pokok KPK itu sinergi maka kita tambahkan juga nilai salah satu nilai kode etik adalah sinrgitas," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polri Tangkap 30 Orang Penimbun Masker dan Penyebar Hoax Virus Corona

Ada 17 kasus yang ditangani jajaran Polri seindonesia dalam operasi terhadap penimbun masker dan hand sanitizer serta hoaks terkait virus corona.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Kemdag Siap Sederhanakan Regulasi Ekspor dan Impor

Kemdag siap melakukan penyederhanaan regulasi dan prosedur ekspor dan impor dalam akselerasi peningkatan ekspor, sekaligus memperkuat pasar dalam negeri.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Pelaku Intoleransi Harus Ditindak Tegas

Harus ada ketegasan sikap dari negara. Siapa pun yang melakukan sikap intoleransi harus mendapat hukuman yang tegas dari negara.

NASIONAL | 4 Maret 2020

Unika Atma Jaya Akselerasi Program Magang

Selama ini prodi yang wajib menjalankan magang adalah Fakultas Ekonomi Bisnis dan Fakultas Teknik. Sedangkan lainnya bersifat fakultatif.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Menpora Harap Putri Indonesia Gaungkan Kebhinekaan

Menpora Zainudin Amali berpesan agar Putri Indonesia, sebagai panutan masyarakat luas, aktif dalam menggaungkan pesan kebhinekaan.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Pemerintah Larang Pendatang dari Iran, Italia dan Korsel Masuk Indonesia

Menurut Retno, kebijakan ini akan berlaku mulai Minggu (8/3/2020) pukul 00.00 WIB dan bersifat sementara.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Wapres Resmikan Tiga Gedung Baru Institut Islam Alquran

Wapres mengharapkan IIW menghasilkan orang yang saleh secara spiritual maupun sosial kemasyarakatan, namun juga terampil, cerdas, serta produktif.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Menteri Nadiem Puji "One Village One CEO" IPB

Mendikbud Nadiem mengatakan keberhasilan IPB naik peringkat universiatas dunia tak lepas dari konsistensi IPB dalam berinovasi.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Takut Virus Corona, Wali Kota Semarang Tolak Viking Sun

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menolak masuknya kapal pesiar Viking Sun untuk merapat ke Pelabuhan Tanjung Emas demi melindungi warganya dari virus corona.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Ditemukan Suspect Virus Corona, Kapal Viking Sun Ditolak di Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menolak kedatangan kapal pesiar Viking Sun karena adanya temuan dua suspect virus corona.

NASIONAL | 5 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS