Pimpinan KPK Menandatangani 50 Surat Perintah Penyadapan

Pimpinan KPK Menandatangani 50 Surat Perintah Penyadapan
Pimpinan KPK periode 2019-2023. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / AB Jumat, 21 Februari 2020 | 08:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata membantah kerja pemberantasan korupsi menurun belakangan ini. Alex, sapaan Alexandex, menyebutkan pimpinan KPK Jilid V telah menandatangani sedikitinya 50 surat perintah penyadapan (sprindap).

"Kalau 50 sprindap saja, sudah ada. Saya kira lebih dari 50. Hampir setiap hari saya tanda tangan sprindap," kata Alex di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Sejumlah kalangan khawatir kerja-kerja penindakan yang dilakukan lembaga antikorupsi bakal menurun setelah berlakunya UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Alasannya, dalam UU yang baru, penyadapan yang dilakukan KPK harus seizin dewan pengawas (dewas).

Alex menegaskan penanganan perkara yang dilakukan KPK tidak terhambat dengan kehadiran dewas. Bahkan, kata Alex, seluruh izin penyadapan yang diajukan KPK dikabulkan dewas.

"Sprindap itu sudah banyak dan saya pastikan dewas tidak mempersulit. Hampir semua sprindap itu dikabulkan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com