Komisi III Minta Kejaksaan dan Polri Bersinergi Tuntaskan Kasus Kondensat

Komisi III Minta Kejaksaan dan Polri Bersinergi Tuntaskan Kasus Kondensat
Ahmad Sahroni ( Foto: ANTARA )
Yeremia Sukoyo / AO Kamis, 20 Februari 2020 | 13:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mendorong Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Mabes Polri berkoordinasi mengungkap dugaan kasus mega korupsi penjualan Kondensat oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang hingga kini belum tuntas.

Sahroni mengingatkan, berdasarkan penghitungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) kasus itu telah mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi negara, yakni sekitar US$ 2,716 miliar atau setara Rp 35 triliun.

"Kasus ini telah merugikan negara dengan nilai yang sangat fantastis. Kita mendorong agar Polri dan Kejaksaan berkoordinasi menuntaskan proses hukum kasus ini," kata Sahroni di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Menurutnya, penyelesaian kasus dugaan korupsi kondensat akan menjawab pertanyaan besar di tengah masyarakat bahwa proses hukum kasus tersebut masih berlangsung dan tidak ada tebang pilih dalam penuntasannya.

"Dengan koordinasi yang sinergis maka Polri dan Kejaksaan akan mampu menuntaskan kasus besar ini, baik dari sisi dugaan korupsi maupun pencucian uangnya," ungkapnya.

Kasus dugaan mega korupsi Kondensat itu diusut Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri sejak Mei 2015. Bareskrim menemukan unsur pidana dalam penunjukkan langsung PT TPPI oleh BP Migas untuk menjual kondensat.



Sumber: BeritaSatu.com