Belum Juga Dibekuk, Harun Masiku Kini Diburu Polisi se-Indonesia

Belum Juga Dibekuk, Harun Masiku Kini Diburu Polisi se-Indonesia
Harun Masiku ( Foto: istimewa )
Fana Suparman / WBP Kamis, 6 Februari 2020 | 19:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat kepolisian hingga kini belum juga berhasil membekuk caleg PDIP Harun Masiku. Sudah hampir sebulan perburuan terhadap buronan kasus suap proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR itu tak kunjung membuahkan hasil. Saat ini, Polri telah mengerahkan aparatnya di seluruh Indonesia untuk memburu tersangka penyuap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan tersebut.

KPK mengapresiasi instruksi Kapolri, Idham Azis kepada seluruh jajaran polda dan polres di Tanah Air untuk memburu Harun Masiku. Lembaga Antikorupsi mengaku sangat terbantu dengan bantuan polisi tersebut. “Atas dikirimnya beberapa informasi DPO (daftar pencarian orang), terkait dengan tersangka HAR (Harun Masiku) ke beberapa Polda dan Polres seluruh Indonesia, tentu KPK sangat berterimakasih dan mengapresiasi kepada bapak Kapolri yang telah sepenuhnya akan membantu KPK di dalam pencarian terhadap tersangka HAR ini,” kata Ali Fikri, Kamis (6/2/2020).

Informasi DPO Harun Masiku Disebar hingga Polres

Ali meyakini dengan bantuan dari aparat kepolisian di seluruh Indonesia, perburuan Harun Masiku akan membuahkan hasil. Dengan demikian, Harun dapat dibekuk dan mempertanggungjawabkan secara hukum perbuatannya menyuap Wahyu. "Mudah-mudahan upaya dan usaha kita bersama antara KPK dan Polri kedepan bisa membuahkan hasil, sehingga bisa menangkap tersangka HAR dan dibawa ke KPK, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ali Fikri.

Kejar Harun Masiku, Polisi Tak Pasang Batas Waktu

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah 'hilang ditelan bumi'. Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali. Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia. Meski dipastikan berada di Indonesia, KPK dan kepolisian hingga kini belum berhasil menangkap Harun Masiku.



Sumber: Suara Pembaruan