Penghargaan Internasional untuk Novel Diharapkan Memotivasi Pegawai KPK

Penghargaan Internasional untuk Novel Diharapkan Memotivasi Pegawai KPK
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan (tengah) berjalan meninggalkan ruang penyidikan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/1/2020). (Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta)
Fana Suparman / FMB Minggu, 2 Februari 2020 | 18:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan bakal mendapat penghargaan International Anti-Corruption Award 2020 dari Lembaga Antikorupsi Malaysia atau National Centre For Governance, Integrity And Anticorruption (GIACC). Penghargaan ini akan diberikan kepada Novel dalam acara peluncuran Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) di Malaysia pada Selasa (11/2/2020) mendatang.

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango mengapresiasi penghargaan yang akan diterima Novel. Sebagai pimpinan KPK, Nawawi mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan Novel.

"Tentu kita mengucapkan selamat buat Bung Novel sekaligus ikut berbangga, karena beliau bagian dari KPK," kata Nawawi saat dikonfirmasi, Minggu (2/2).

Nawawi berharap, penghargaan ini akan semakin memotivasi Novel dalam upaya memberantas korupsi. Tak hanya Novel, Nawawi berharap para pegawai KPK lainnya juga termotivasi dengan penghargaan ini.

"Semoga pemberian penghargaan itu semakin memotivasi tidak saja Bung Novel tapi rekan-rekan squad KPK kedepannya dalam bekerja dan berkarya," harapnya.

Meski demikian, Nawawi mengingatkan, penghargaan bukanlah tujuan utama dalam bekerja. Ditegaskan, upaya pencegahan dan penindakan yang dilakukan seluruh insan KPK semata demi Indonesia yang bebas dari korupsi.

"Yang terpenting adalah semangat pengabdian yang tak ada hentinya dalam pemberantasan korupsi di negeri tercinta ini," katanya.

Sebelumnya, Novel Baswedan mengaku telah mendapat undangan untuk hadir dalam peluncuran Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) di Malaysia pada Selasa (11/2/2020) mendatang. Dalam kegiatan tersebut, Lembaga Antikorupsi Malaysia akan memberikan penghargaan International Anti-Corruption Award 2020 kepada Novel.
“Iya betul dapat undangan penghargaan itu,” kata Novel saat dikonfirmasi awak media, Jumat (31/1/2020).

Diketahui, Novel diteror dengan disiram air keras pada 11 April 2017 silam. Setelah 2,5 tahun proses penanganan dengan sejumlah tim yang dibentuk, kepolisian baru berhasil mengamankan Robby dan Rahmat, dua orang yang diduga meneror Novel pada Kamis (26/12/2019). Keduanya merupakan anggota polisi aktif dari Satuan Brimob. Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti motif Robby dan Rahmat meneror Novel. Kepolisian juga belum berhasil mengungkap otak atau pelaku utama dari teror tersebut.

Teror dengan air keras itu bukanlah teror yang pertama dialami Novel. Saat menjadi pembicara dalam sesi khusus (special session) tentang 'Perlindungan bagi lembaga antikorupsi dan pegawai antikorupsi' dari rangkaian konferensi negara-negara pihak penandatangan konvensi PBB melawan korupsi atau Conference of State Parties (CoSP) United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada akhir tahun lalu, Novel mengungkapkan lebih dari tujuh kali diserang dan diteror selama menjadi kasatgas penyidik KPK. Novel menyatakan, serangan dan teror yang dialaminya tak terlepas dari kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dilakukannya selama ini. Selama menjadi kasatgas penyidik KPK, Novel menyebut tak kurang 197 tersangka dijebloskannya ke penjara, termasuk ketua MK, Ketua DPR, tiga menteri, menteri gubernur, 72 anggota DPR dan DPRD, 18 bupati dan wali kota, dua jendral polisi, empat hakim, tiga jaksa. Selain itu, dari perkara pencucian uang yang ditanganinya telah merampas aset koruptor senilai sekitar Rp 2 triliun.

Novel menduga penghargaan dari Lembaga Antikorupsi Malaysia yang bakal diterimanya berkaitan dengan presentasinya di Abu Dhabi tersebut.

“Mungkin didasarkan dari pemaparan saya sewaktu di The United Nations Convention Against Corruption. Konferensi itu dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirates Arab,” kata Novel.

Dari informasi yang diperoleh awak media, undangan penghargaan itu dilayangkan oleh founder PIACCF, Dato Muhammad Salim Sundar, pada 29 Januari 2020. Malam pemberian penghargaan itu dilaksanakan pada 11 Februari 2020 di Putrajaya, Malaysia.

“Memang betul dapat undangan dari Malaysia, tapi penghargaannya belum (saya) diterima,” kata Novel. 



Sumber: Suara Pembaruan