Novel Baswedan Terima Penghargaan Antikorupsi Internasional

Novel Baswedan Terima Penghargaan Antikorupsi Internasional
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. ( Foto: Antara / Fianda Rassat )
Fana Suparman / FER Jumat, 31 Januari 2020 | 19:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mendapat penghargaan International Anti-Corruption Award 2020 dari Lembaga Antikorupsi Malaysia atau National Centre For Governance, Integrity And Anticorruption (GIACC).

Penghargaan ini akan diberikan kepada Novel dalam acara peluncuran Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF) di Putrajaya, Malaysia pada Selasa (11/2/2020) mendatang.

"Iya betul dapat undangan penghargaan itu,” kata Novel saat dikonfirmasi awak media, di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Diketahui, Novel diteror dengan disiram air keras pada 11 April 2017 silam. Setelah 2,5 tahun proses penanganan dengan sejumlah tim yang dibentuk, kepolisian baru berhasil mengamankan Robby dan Rahmat, dua orang yang diduga meneror Novel pada Kamis (26/12/2019).

Keduanya merupakan anggota polisi aktif dari Satuan Brimob. Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti motif Robby dan Rahmat meneror Novel. Kepolisian juga belum berhasil mengungkap otak atau pelaku utama dari teror tersebut.

Teror dengan air keras itu bukanlah teror yang pertama dialami Novel. Saat menjadi pembicara dalam sesi khusus (special session) tentang 'Perlindungan bagi lembaga anti korupsi dan pegawai anti korupsi' dari rangkaian konferensi negara-negara pihak penandatangan konvensi PBB melawan korupsi atau Conference of State Parties (CoSP) United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada akhir tahun lalu, Novel mengungkapkan lebih dari tujuh kali diserang dan diteror selama menjadi kasatgas penyidik KPK.

Novel menyatakan, serangan dan teror yang dialaminya tak terlepas dari kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dilakukannya selama ini.

Selama menjadi kasatgas penyidik KPK, Novel menyebut tak kurang 197 tersangka dijebloskannya ke penjara, termasuk Ketua MK, Ketua DPR, tiga menteri, gubernur, 72 anggota DPR dan DPRD, 18 bupati dan walikota, dua jendral polisi, empat hakim, tiga jaksa. Selain itu, dari perkara pencucian uang yang ditanganinya telah merampas aset koruptor senilai sekitar Rp 2 triliun.

Novel menduga penghargaan dari Lembaga Antikorupsi Malaysia diberikannya atas atas presentasinya di Abu Dhabi tersebut.

"Mungkin didasarkan dari pemaparan saya sewaktu di The United Nations Convention Against Corruption. Konferensi itu dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirates Arab,” kata Novel.

Dari informasi didapatkan awak media, undangan penghargaan itu dilayangkan oleh founder PIACCF, Dato Muhammad Salim Sundar, pada 29 Januari 2020. Malam pemberian penghargaan itu dilaksanakan pada 11 Februari 2020 di Putrajaya, Malaysia.

"Memang betul dapat undangan dari Malaysia, tapi penghargaannya belum (saya) diterima,” kata Novel.



Sumber: Suara Pembaruan