Rekonstruksi Pembunuhan Hakim, Kapolda Sumut Disambut Warga

Rekonstruksi Pembunuhan Hakim, Kapolda Sumut Disambut Warga
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memimpin langsung rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Arnold H Sianturi / YUD Kamis, 16 Januari 2020 | 15:51 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin disambut bak seorang pahlawan saat memimpin langsung pengamanan rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin yang didalangi istrinya, Zuraidah Hanum, di Jalan Aswad, Komplek Perumahan Royal Monaco, Blok B No 22 Medan Johor, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (16/1/2020).

Pantauan SP, masyarakat secara spontan langsung bertepuk tangan saat melihat jenderal bintang dua itu berjalan setelah turun dari mobil dinasnya. Bahkan, sebagian warga histeris sambil berteriak dengan memanggil - manggil Kapolda Sumut tersebut. Tidak sedikit di antara mereka yang mengajak Kapolda untuk berselfie.

Saat itu, mantan Kapolda Papua itu langsung melambaikan tangan sambil memperlihatkan senyuman. Kapolda langsung menyalami warga dan melayani permintaan untuk berpoto bersama. Setelah itu, Kapolda mengajak masyarakat untuk berperan menjaga lingkungan tempat tinggalnya dalam memerangi kejahatan narkoba dan lainnya.

Kapolda menjelaskan, pembunuhan hakim Jamaluddin oleh istrinya, Zuraidah Hanum, ini direncanakan sangat rapi. Untuk menghabisi suaminya, Zuraidah menyewa dua orang eksekutor. Pembunuhan itu sudah direncanakan sangat matang, dan begitu juga saat hakim Jamaluddin diekksekusi oleh ketiga tersangka di dalam kamar tidur.

"Pembunuhan ini direncanakan secara matang karena mereka membeli sarung tangan khusus menghabisi korban. Mereka juga menggunakan alat komunikasi khusus untuk berkomunikasi sebelum eksekusi dilaksanakan. Alat komunikasi ini pun dibeli untuk mematangkan rencana pembunuhan," ungkap Kapolda Sumut.

Kapolda mengungkan, Zuraidah Hanum dinilai sadis karena setelah terlibat mengekseskusi suaminya tersebut, dalang pembunuhan ini masih menyempatkan tidur di samping jenazah hakim Jamaluddin. Saat melakukan pembunuhan itu, Zuraidah seakan tidak menyesali perbuatannya mendalangi pembunuhan suaminya.

"Dalam mengungkap kasus pembunuhan hakim ini, kita mencari kelemahan dari perkara yang ditangani. Mereka menyusun rencana pembunuhan dengat sangat rapi. Kita pun mempunyai alat bukti yang kuat dalam menangkap dan menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Ini bisa dipertanggujawabkan di pengadilan," sebutnya. [155]



Sumber: Suara Pembaruan