Jamaluddin Dibunuh Dengan Skenario Gagal Jantung

Jamaluddin Dibunuh Dengan Skenario Gagal Jantung
Zuraidah Hanum saat menjalani rekonstruksi pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / YUD Kamis, 16 Januari 2020 | 15:47 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengungkapkan bahwa pembunuhan hakim Jamaludin direncanakan dalangnya, Zuraidah Hanum bersama eksektornya, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi, dengan skenario akibat gagal jantung.

"Ada fakta baru yang ditemukan bahwa skenario ini gagal. Fakta ini membuat mereka kebingungan dan akhirnya membuang jenazah korban," ujar Martuani Sormin di Jalan Aswad, Komplek Perumahan Royal Monaco, Blok B No 22 Medan Johor, Kamis (16/1/2020).

Fakta pertama, ungkap Kapolda, mereka ada beberapa jam di lantai III. Yang kedua, bahwa skenario tersangka ini mau merekayasa korban yang seolah-olah terkena serangan jantung. Namun, ada bekas warna merah di wajah korban sehingga rencana itu gagal.

"Ketiga, mereka merencanakan membuang jenazah korban pukul 01.00 WIB dini hari. Namun, Zuraida tahu bahwa korban tidak punya kebiasaan keluar malam. Dan, dia tahu bahwa di komplek perumahan Hakim Jamaluddin ada security," imbuhnya.

Mantan Kapolda Papua ini menambahkan, ketiga tersangka membatalkan membuang jenazah korban lewat tengah malam karena takut ketahuan oleh security di komplek perumahan. Sebab, yang membawa mobil bukanlah korban.

"Ketiga tersangka ini masih sempat berdebat sehubungan dengan tindakan yang dilakukan setelah korban meninggal. Mereka berdebat karena tidak seperti skenario, sehingga mereka sepakat harus membuang jenazah korban harus dibuang, sekitar pukul 04.00 WIB," tambah Kapolda.

Fakta lainnya, sambung Asop Polri ini, Zuraida Hanum sempat mengenakan pakaian batik kepada korban sebelum kenakan training. Tapi, Zuraidah teringat bahwa setiap hari Jumat, merupakan kegiatan korban bersama hakim di PN Medan, beraktivitas dengan kegiatan olahraga. Maka, dipasangkan training.

"Ada sebanyak 54 adegan yang dipergakan untuk rekonstruksi pembunuhan hakim Jamaluddin ini. Mulai dari penjemputan dua Jefri Pratama dan Reza Fahlevi oleh Zuraidah Hanum, eksekusi sampai pembuangan jenazah korban," sebutnya. 



Sumber: Suara Pembaruan