Pakar: Pelaku Penyiram Novel Bisa Dikenakan Pasal Penganiayaan Berat

Pakar: Pelaku Penyiram Novel Bisa Dikenakan Pasal Penganiayaan Berat
Yenti Garnasih. ( Foto: Antara )
Hotman Siregar / RSAT Minggu, 5 Januari 2020 | 13:13 WIB

Jakarta, Beritasaatu.com - Pakar hukum pidana, Yenti Garnasih mengapresiasi kinerja polisi yang akhirnya bisa menangkap terduga pelaku penyiraman air keras pada Novel Baswedan.

"Pak Idham juga perlu diapresiasi karena waktunya pas saat menjabat Kapolri. Akhirnya kan pelakunya terungkap. karena waktunya pas Pak Idham Azis Kapolrinya," ujar Yenti Garnasih, di Jakarta, Sabtu (4/1/2020).

Yenti mengatakan perbuatan kejahatan seperti ini ada juga yang nggak terungkap pelakunya sampai puluhan tahun. Karena memang kerja polisi harus berdasarkan bukti yang ada.

Yenti pun heran dengan sebagian orang yang komentar di media seakan ragu bahwa RM dan RB adalah pelaku yang sesungguhnya. Padahal dalam kejahatan pidana tersebut, dua orang yang sudah tertangkap itu, berarti itulah pelaku sesungguhnya.

"Pelaku yang melakukan penyiraman air keras ya ini. Yang punya rencana menurut saya bukan untuk pembunuhan, tapi memang untuk mencelakai saja. Nah ini pelaku eksekutornya, bahwa nanti setelah ini pengembangannya mereka itu disuruh atau apa, biarkan polisi bekerja mengembangkannya," jelas Yenti.

Yenti belum tahu Polri akan menggunakan pasal berapa. Namun ia menilai bahwa kasus ini masuk ke dalam pasal penganiayaan berat karena menimbulkan cacat seumur hidup. Maka sanksi yang harus diberikan sesuai KUHP atas pelanggaran membuat orang cacat seumur hidup, dengan pasal masuk penganiayaan berat.

"Kalau tidak salah sih lima tahun ya, tapi nanti silakan lihat undang-undangnya ya. Tapi menurut saya bukan cobaan pembunuhan Karena kalau percobaan pembunuhan ngga seperti itu," ujar Yenti.



Sumber: Suara Pembaruan