Indonesia Indicator: Tahun Politik, Kinerja Polri Positif

Indonesia Indicator: Tahun Politik, Kinerja Polri Positif
Kapolri Idham Azis (tengah). ( Foto: Humas Polri )
/ WBP Senin, 30 Desember 2019 | 16:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pada kesempatan Rilis Akhir Tahun Polri 2019 di Auditorium PTIK Jakarta akhir pekan lalu terungkap bahwa serangan sentimen negatif terhadap Polri pada tahun politik 2019 tidak cukup menggoyahkan eksistensi lembaga negara yang bertugas menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di Indonesia ini. Hal ini diungkapkan Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang pada paparannya.

"Indonesia Indicator menyatakan, skor institusi Polri pada tahun 2019 adalah 68 persen, memang turun dari tahun 2018 yakni 72 persen," kata Rustika Herlambang dalam keterangannya Senin (30/12/2019).

Namun kata dia, 2019 adalah tahun politik dimana serangan hoax dan sentimen negatif terhadap Polri gencar dilakukan dengan tujuan delegitimasi dan mengkendorkan kinerja Polri agar agenda-agenda politik dan gangguan keamanan yang dilakukan pihak-pihak tertentu bisa berhasil.

Menurut dia, angka 68 persen adalah nilai framing positif pemberitaan baik media massa maupun media sosial. Indonesia Indicator menyebutkan bahwa framming positif ini didapatkan dari kinerja Polri dalam pengamanan Pemilu 2019, penanggulangan terorisme, konflik Papua, pemberantasan narkoba dan penanganan aksi mahasiswa. "Tokoh di luar intitusi Polri yang berperan positif terhadap kinerja Polri adalah Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Menko Polhukam Wiranto," kata Rustika Herlambang.

Dia mengatakan, masih banyak catatan yang perlu diperbaiki Humas Polri. Namun secara umum kinerjanya sudah dianggap baik. Perbaikan yang harus dilakukan adalah kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki kompetensi dalam mengelola isu sehingga cepat tanggap dan segera terkendali sebelum menjadi liar.

Menurut dia Humas Polri harus memanfaatkan popularitas (shareable) berita-berita tentang Polri oleh media arus utama maupun media sosial sehingga isi pemberitaan menaikkan sentimen positif sehingga meningkatkan citra Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, MS.i. merespons paparan Indonesia Indicator tersebut dengan komitmen peningkatan kinerja Polri dalam berbagai lini, termasuk peningkatan SDM, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan internal.

Sementara anggota Komisi III DPR RI, H Muhammad Nasir Kamil, menyebutkan kinerja Polri membaik dari waktu ke waktu. "Saya apresiasi peningkatan itu, kata Nasir Kamil.

Senada anggota Komisi III DPR Ateria Dahlan mengatakan, Kapolri yang baru, Jenderal Idham Azis harus melanjutkan program Kapolri sebelumnya Jenderal Tito Karnavian, dengan perbaikan yang diperlukan sehingga kinerja meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri tinggi.



Sumber: BeritaSatu.com