Ganjar Bangga 3.000 Pelajar di Semarang Demo Antikorupsi

Ganjar Bangga 3.000 Pelajar di Semarang Demo Antikorupsi
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu)
Stefi Thenu / WBP Minggu, 8 Desember 2019 | 10:20 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Sebanyak 3.000 pelajar dari berbagai sekolah di Jawa Tengah (Jateng) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan Kota Semarang, Minggu (8/12/2019). Aksi itu digelar dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019.

Sambil berjalan menuju kantor Gubernur, para pelajar meneriakkan yel-yel antikorupsi dan mengangkat poster dengan kalimat unik khas milenial seperti 'Jangan Makan Uangku, Makan Saja Mantanku', 'Cukup Atiku Sing Ambyar, Negoroku Ojo', 'Mending Ketemu Tikus Tanah, Dibanding Tikus Berdasi', dan lainnya.

Sesampainya di depan kantor Gubernur, ribuan pelajar itu langsung satu komando dan menggelar aksi. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mengenakan kaos putih bertuliskan 'Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi' dan berikat kepala merah putih, langsung naik panggung memimpin aksi. "Tadi malam saya mendapat kabar, ada ribuan pelajar yang mau demo melawan korupsi. Saya minta para orator, ayo langsung ke atas panggung," kata Ganjar Pranowo.

Satu per satu perwakilan pelajar berorasi dengan lantang. Mereka memompa semangat generasi muda untuk melawan segala bentuk praktik korupsi yang telah menyengsarakan rakyat.

"Kita sebagai generasi muda, mari kita berikhtiar mewujudkan Indonesia dan Jawa Tengah bebas korupsi. Walaupun masih muda, tapi jiwa dan semangat kita membara," kata Intan Latifah, salah satu orator dari SMAN 1 Purwanegara Banjarnegara.

"Kalau PNS jadi koruptor, nggak usah ngantor, tapi langsung didor. Koruptor harus dihukum mati," timpal M Aji Kurniawan, orator dari SMK Negeri Jateng di Pati.

Tak hanya memimpin aksi demo, Ganjar juga mengajak ribuan pelajar itu menempel stiker antikorupsi di sejumlah mobil dinas Pemprov Jateng. Stiker bertuliskan 'Nek Aku Korupsi, Ora Slamet' itu ditempel di mobil-mobil pelat merah Pemprov Jateng.

Demo di tengah Car Free Day itu semakin meriah dengan instalasi mosaik. Ribuan kertas warna warni ditempelkan para pelajar dan warga pada sembilan panel.

Sebelumnya mereka menuliskan harapan, doa, kritik, dan dukungan untuk pemberantasan korupsi. Sembilan panel itu kemudian digabung membentuk gambar tikus dicoret.

"Saya senang dan bangga pada pelajar yang hebat-hebat ini, mereka menegaskan diri untuk siap menjadi agen antikorupsi. Sejak dini kami ajak mereka untuk terlibat, merasakan, mengkritik bahkan mencaci terhadap hal-hal berbau korupsi," kata Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, aksi demonstrasi yang digelar oleh para pelajar itu merupakan hal yang luar biasa. Mereka berani untuk menyerukan perlawanan terhadap praktik korupsi demi masa depan bangsa.

"Tadi keren, ini merupakan ungkapan kejengkelan dari mereka yang mudah-mudahan menjadikan mereka generasi berintegritas," tegas Ganjar Pranowo.

Kepedulian anak muda akan gerakan antikorupsi lanjut Ganjar memang penting diterapkan sejak dini dan mulai dari hal-hal kecil, semisal tidak mencontek, disiplin masuk sekolah, atau tidak berbohong.

"Mereka kelak akan menjadi pemimpin bangsa, semoga ini awal yang bagus untuk menanamkan integritas. Saya minta guru-guru membimbing," tegas Ganjar Pranowo.

Ganjar menegaskan bahwa para pelajar yang hadir dalam acara tersebut telah resmi menjadi agen antikorupsi. Mereka diminta ikut mengawasi seluruh kegiatan di sekolah, seperti pungutan, pembangunan sarana prasarana hingga di lingkungan masing-masing.

"Anak-anak ini akan menjadi agen saya untuk melawan korupsi. Kepala sekolah dan guru harus bertanggungjawab dalam pengelolaan sekolahnya, karena anak-anak ini akan mengawasi. Maka kita harapkan ke depan, akan tumbuh kesadaran jaga sekolahku, jaga puskesmasku, dan semua akan berintegritas," tegas Ganjar Pranowo.



Sumber: Suara Pembaruan