Kasus Mafia Migas, KPK Dalami Proses Perdagangan Minyak di Petral

Kasus Mafia Migas, KPK Dalami Proses Perdagangan Minyak di Petral
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) didampingi Juru Bicara KPK Febri Diansyah, menyampaikan keterangan pers tentang penetapan tersangka kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang Pertamina Energy Service Pte. Ltd. (PES) yang merupakan Subsidiary Company Pertamina di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa 10 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / FMB Selasa, 3 Desember 2019 | 11:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap terkait perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT Pertamina (Persero) yang menjerat mantan Managing Director PES dan mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto.

Dalam mengusut kasus mafia migas ini, tim penyidik menjadwalkan memeriksa enam pegawai hingga pejabat PT Pertamina maupun anak usahanya Pertamina Energy Services Pte. Ltd. Keenam saksi itu, yakni mantan Head of Trading PES Agus Bachtiar; mantan Crude Oil Trader PES atau Staf Utama Integrated Supply Chain PT Pertamina, Sani Dinar Saefuddin; Assistant Manager Petrochemical Fungsi Marketing and Trading PT Pertamina yang juga mantan Trader Distillates PES, Retno Wahyuningsih; mantan Senior Trade Crude PES, Nurdin M. Prayitno; Analyst Light Distillates Trading Integrated Supply Chain PT Pertamina yang juga mantan Junior Trader Light Distillates PES, Edward Corne serta mantan Senior trader-Light Distillate PES yang juga Staf Utama Direktorat Pengolahan PT Pertamina Mulyono.

"Keenam orang itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BI (Bambang Irianto)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Saat ini, tim penyidik sedang mendalami prosss perdagangan minyak mentah dan produksi kilang yang dilakukan Petral selama periode Bambang Irianto menjabat di anak perusahaan Pertamina tersebut. Pendalaman ini dilakukan tim penyidik dengan memeriksa mantan Light Distillate - Operation Officer Pertamina Energy Services, Indrio Purnomo; mantan Claim Officer Pertamina Energy Services, Mardiansyah serta mantan Manager Market Analyst Risk Management & Governance ISC PT Pertamina yang juga Staf Utama Direktorat Pemasaran dan Niaga PT Pertamina, Khairul Rahmat Tanjung pada Senin (2/12/2019) kemarin.

Kasus Mafia Migas, KPK Periksa Pejabat dan Eks Pejabat Pertamina



Sumber: Suara Pembaruan