Alex Marwata Sebut Firli Tak Perlu Mundur dari Kepolisian Saat Pimpin KPK

Alex Marwata Sebut Firli Tak Perlu Mundur dari Kepolisian Saat Pimpin KPK
Alexander Marwata. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / WBP Kamis, 28 November 2019 | 22:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menyebut Kabarhakam Komjen Firli Bahuri tak perlu mundur sebagai anggota kepolisian saat dilantik sebagai Ketua KPK Jilid V. Firli masih menjadi anggota kepolisian, meski diberhentikan sementara dan tak lagi duduk di jabatan struktural.

"Dia akan diberhentikan sementara. Secara kepegawaian dia pasti masih terdaftar di sana (kepolisian) sampai nanti usia pensiun," kata Alex, sapaan Alexander Marwata usai membuka Workshop Optimalisasi Kerjasama Penegak Hukum dan Otoritas Pajak dalam Upaya Pengembalian Kerugian Negara Akibat Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pajak (Komparasi Praktek Terbaik Negara Lain) di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Alex menekankan meski tetap anggota Kepolisian, gaji Firli tak rangkap. Hal ini, kata Alex sudah menjadi aturan yang telah berlaku. "Bukan seolah-olah gajinya di kepolisian masih diterima, enggak. Nggak mungkin. Karena itu aturan mainnya," katanya.

Alex menyampaikan hal ini saat menjelaskan pengunduran diri Penasihat KPK Mohammad Tsani Annafari. Dalam surat pengunduran dirinya, Tsani mengaku akan kembali ke instansi asalnya, yakni Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Alex menyatakan hal tersebut terjadi karena Tsani masih tercatat sebagai pegawai Ditjen Bea dan Cukai, meski menjabat sebagai Penasihat KPK. Hal ini, kata Alex juga berlaku bagi dirinya yang masih tercatat sebagai pegawai BPKP. Namun, Alex mengaku sudah tidak menerima gaji dan kenaikan kepangkatan di BPKP. "Saya tercatat. Saya pimpinan. Ya tercatat sebagai pegawai BPKB. Masih ada nama saya, tapi saya sudah tak terima gaji di sana. Kalau yang lain di luar pimpinan di luar UU kan pejabat negara dia harus diberhentikan sementara," jelas Alex.

Diketahui, Firli baru saja mendapat promosi dengan dilantik sebagai Kabaharkam menggantikan Komjen Pol Condro Kirono pada Kamis (21/11/2019) lalu. Mantan Kapolda NTB itu pun naik pangkat dengan menyandang jenderal bintang tiga atau komisaris jenderal (komjen) polisi. Namun, Firli diperkirakan tak akan lama duduk sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabarhakam) Polri. Hal ini lantaran Firli yang akan dilantik sebagai ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 21 Desember nanti dipastikan tak boleh rangkap jabatan. Sementara, Firli baru akan pensiun sebagai anggota Polri pada 8 November 2021.



Sumber: Suara Pembaruan