Kasus Dugaan Pemerasan

Penyidik Mabes Polri Dalami Kasus Staf Wapres

Penyidik Mabes Polri Dalami Kasus Staf Wapres
Ilustrasi Bareskrim Mabes Polri. (Foto: Mabes Polri)
Farouk Arnaz / YS Rabu, 27 November 2019 | 14:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Mabes Polri memastikan kasus dugaan pidana yang menyeret Lukmanul Hakim, staf khusus Wakil Presiden Ma’ruf Amin, masih diusut. Hakim akan segera dipanggil polisi karena kasus itu masih dalam penyidikan.

Sebelumnya, kasus itu dilaporkan seeorang bernama Mahmoud Tatari. Dia merasa diperas dan diminta pungutan liar atau pungli saat hendak mengurus perpanjangan akreditasi sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Salah satu stafsus Wapres saat ini perkaranya sedang ditangani oleh Bareskrim Polri. Ini merupakan tindak lanjut penanganan di Polres Bogor Oktober 2019 lalu dan dilimpahkan ke Bareskrim,” kata Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Setelah menerima perkara itu, masih kata Asep, kasus dilanjutkan ke penyidikan dan terus dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan akan dilakukan pemanggilan terhadap terlapor yang sejauh ini masih berstatus saksi.

Kasus itu bermula saat pelapor merasa diperas dan diminta uang sebesar 50.000 Euro atau sekitar Rp 780 juta terkait perpanjangan akreditasi sertifikasi halal MUI.

Pemerasan idilakukan oleh seseorang yang menjadi menjadi pihak ketiga dalam kasus itu. Dugaan pemerasan itulah yang ikut menyeret nama Hakim selaku Direktur LPPOM MUI.

 



Sumber: Suara Pembaruan