Kasus Bupati Indramayu, KPK Sita Dokumen dan Uang

Kasus Bupati Indramayu, KPK Sita Dokumen dan Uang
Bupati Indramayu Supendi (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019. ( Foto: Antara / Nova Wahyudi )
Fana Suparman / YUD Sabtu, 19 Oktober 2019 | 08:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen proyek dan uang tunai Rp 20 juta saat menggeledah sejumlah lokasi di Indramayu dan Cirebon. Penggeledahan ini dilakukan KPK untuk mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas PU Pemkab Indramayu yang menjerat Bupati Indramayu Supendi.

"Dari penggeledahan tersebut disita sejumlah dokumen proyek di Dinas PUPR dan uang Rp 20juta," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Jumat (18/10/2019) malam.

Febri memaparkan, pada Kamis (17/10/2019), tim menggeldah enam lokasi yakni Rumah Kadis PUPR Indramayu, rumah Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Indramayu, Rumah tersangka pihak swasta, Rumah Pribadi Bupati Indramayu. Tak hanya itu, tim penyidik juga menggeledah rumah mantan Bupati Indramayu Irianto Mahfudz Sidik dan rumah seorang saksi. Sementara pada Jumat (18/10/2019) tim penyidik menggeledah Kantor Bupati Indramayu dan Kantor Dinas PUPR Indramayu. Belum diketahui barang yang disita dari dua lokasi tersebut lantaran tim masih melakukan penggeledahan hingga saat ini.

"Tim masih di lapangan, update informasi akan kami sampaikan kembali," kata Febri.

Diketahui, KPK menetapkan Supendi dan tiga orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Dinas PU Pemkab Indramayu. Tiga tersangka lainnya, yakni Kepala Dinas PU, Omarsyah; Kabid Jalan Dinas PU, Wempy Triyono dan pengusaha Carsa AS.

Dalam kasus ini, Supendi diduga menerima sejumlah uang dari Carsa selaku rekanan penggarap proyek. Setidaknya Supendi ‎diduga menerima uang suap dengan total Rp 200 juta. Tak hanya Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa.

Omarsyah, selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu diduga menerima total suap sebesar Rp350 juta dan satu buah sepeda seharga Rp 20 juta, sedangkan Wempy selaku Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu diduga menerima Rp 560 juta. Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa.

Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu. Carsa tercatat menggarap tujuh proyek di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekira Rp 15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).



Sumber: Suara Pembaruan