Polri Bongkar Jaringan Nikah Pesanan ke Tiongkok

Polri Bongkar Jaringan Nikah Pesanan ke Tiongkok
Ilustrasi. ( Foto: ist )
Farouk Arnaz / JEM Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri mengungkap kasus warga Indonesia yang jadi korban modus pengantin pesanan ke Tiongkok. Ada dua orang yang jadi tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini.

Peristiwa ini salah satunya bermula saat Agustus 2015 korban yang berinisial AT diajak oleh Al (yang juga merupakan calon pengantin pesanan) untuk menikah dengan WNA Tiongkok.

Penawaran ini ditindaklanjuti korban bersama ibunya, An, bertemu L dan A. Saat itu disebutkan jika korban mau menikah akan diberi mahar Rp 20 juta, dibelikan rumah di Indonesia, dan tiap bulan dapat mengirim uang ke orang tua.

“Korban akhirnya setuju. Dia mengurus paspor di Singkawang, Kalbar bersama L. Tanggal 28 Oktober korban dan Al dijemput A untuk diantar ke Pontianak dan ke Jakarta,” kata Kanit TPPO Polri AKBP Hafidz Susilo Herlambang di Mabes Polri, Kamis (17/10/2019).

Dari ibukota mereka korban terbang ke Kuala Lumpur lalu ke Tiongkok. Pada November 2015, korban AT menikah dengan WNA Tiongkok bernama Yang Anjie. Tiga bulan kemudian mulai muncul masalah.

“Suami korban punya keterbelakangan mental. Apa yang dijanjikan pun tak terbukti. Hingga pada 15 Juli 2018 korban kabur ke KBRI,” lanjutnya.

Polisi pun mengembangkan kasus ini dan menetapkan dua orang sebagai tersangka. Ia adalah L alis Then Tet Lie dan Buditan. Nama terakhir masih jadi buron karena masih berada di Hongkong. Mereka mengantongi hingga Rp 400 juta dari aksi ini.

 

 



Sumber: Suara Pembaruan