Anggota BPK Rizal Djalil Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Anggota BPK Rizal Djalil Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil ( Foto: Antara/M Agung Rajasa )
Fana Suparman / CAH Senin, 7 Oktober 2019 | 17:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota BPK, Rizal Djalil mangkir dari pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/10/2019). Rizal sedianya diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera). Tak hanya Rizal Djalil, tersangka lainnya kasus ini Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminta Prasetyo juga mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK.

"Tersangka RIZ (Rizal Djalil) dan LJP (Leonardo Jusminta Prasetyo) dalam kasus suap terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2017-2018 tidak hadir. Mereka memberitahukan belum bisa hadir memenuhi pemeriksaan hari ini," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Febri memastikan tim penyidik bakal menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap kedua tersangka. Leonardo dijadwalkan untuk diperiksa pada Kamis (10/10/2019).

Baca JugaKasus Suap Proyek Air Minum, KPK Geledah Kantor Minarta Dutahutama

"Sementara tersangka RIZ akan dijadwalkan ulang Rabu, 9 Oktober 2019," katanya.

Diketahui, KPK menetapkan Anggota BPK Rizal Djalil sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek SPAM di Kempupera. Tak hanya Rizal Djalil, dalam kasus ini KPK juga menjerat Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo. Penetapan dua orang itu sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus suap proyek SPAM yang menjerat empat pejabat SPAM Kempupera dan empat pihak swasta.

Baca Juga: KPK Cecar Anak Anggota BPK Rizal Djalil soal Proyek Air Minum

Rizal Djalil diduga menerima aliran dana sebesar SGD 100.000 dari Leonardo. Uang tersebut diberikan Leonardo lantaran Rizal membantu perusahaan milik Leonardo untuk mendapatkan proyek SPAM jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp 79,27 miliar.



Sumber: Suara Pembaruan