Mengeluh Sakit, Anggota BPK Rizal Djalil Urung Diperiksa KPK

Mengeluh Sakit, Anggota BPK Rizal Djalil Urung Diperiksa KPK
Anggota IV BPK, Rizal Djalil
Fana Suparman / CAH Senin, 30 September 2019 | 18:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) urung memeriksa anggota BPK RI Rizal Djalil yang menjadi tersangka kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Senin (30/9/2019). Rizal Djalil sedianya diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka pengusaha Leonardo Jusminarta Prasetyo.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, Rizal Djalil memenuhi panggilan penyidik. Namun, pemeriksaan urung dilakukan lantaran Rizal mengeluh sakit.

"Rizal Djalil, Anggota BPK tadi datang sesuai jadwal pemeriksaan hari ini. Datang sekitar Pukul 09.00 WIB. Namun tidak jadi dilakukan pemeriksaan karena yang bersangkutan mengeluh sakit," kata Febri saat dikonfirmasi.

Baca Juga: KPK Tetapkan Anggota BPK Rizal Djalil Tersangka Suap

Febri memastikan, pemeriksaan terhadap Rizal akan dijadwalkan kembali, meski belum mengetahui waktunya. 

"Pemeriksaan akan dijadwalkan kembali," katanya.

Pada hari ini, penyidik memeriksa Leonardo sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Rizal Djalil. Febri belum menjelaskan secara rinci materi yang didalami penyidik lantaran pemeriksaan masih berlangsung.

"Saksi Leonardo JP sedang dalam proses pemeriksaan oleh Penyidik," kata Febri.

Diketahui, KPK menetapkan Anggota BPK Rizal Djalil sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek SPAM di Kempupera. Tak hanya Rizal Djalil, dalam kasus ini KPK juga menjerat Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prsetyo. Penetapan dua orang itu sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus suap proyek SPAM yang menjerat empat pejabat SPAM Kempupera dan empat pihak swasta.

Rizal Djalil diduga menerima aliran dana sebesar SGD 100 ribu dari Leonardo. Uang tersebut diberikan Leonardo lantaran Rizal membantu perusahaan milik Leonardo untuk mendapatkan proyek SPAM jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp 79,27 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com