Diare, Sidang Mantan Ketum PPP Ditunda

Diare, Sidang Mantan Ketum PPP Ditunda
Mantan ketua umum PPP Romahurmuziy (Rommy)tersangka dugaan suap. ( Foto: Beritasatu TV )
Fana Suparman / JAS Rabu, 18 September 2019 | 16:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menunda sidang perkara jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag) dengan terdakwa mantan Ketum PPP Romahurmuziy atau Rommy, Rabu (18/9/2019).

Persidangan hari ini ditunda lantaran Rommy yang sedianya membacakan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sakit diare.

"Saya hari ini dalam kondisi tidak sehat yang mulia. Sebenarnya tadi saya juga sudah tidak akan berangkat, tetapi saya menghormati JPU yang menjemput kami di rutan maka kami berangkat," kata Rommy menjawab Ketua Majelis Hakim, Fahzal Hendri yang menanyakan kondisi kesehatannya.

Rommy mengaku sedang menderita sakit diare. Sakit itu sudah dirasakannya sejak Selasa (17/9) kemarin. "Sejak kemarin sampai tadi pagi saya buang-buang air yang mulia. Diare. Jadi sebentar ke kamar mandi sebentar ke kamar mandi," katanya.

Majelis Hakim mempertanyakan kesanggupan Romy menjalani persidangan hari ini. Menjawab hal itu, Rommy mengaku tak sanggup. "Tidak bisa yang mulia," jawab Rommy

Kuasa Hukum Rommy, Maqdir Ismail, meminta Majelis Hakim menunda persidangan. Hal ini mengingat kondisi Romy. "Karena memang yang akan disidangkan terdakwa ketika terdakwa tidak bisa siap mengikuti sidang ini lebih baik ditunda sidang ini. Menurut hemat kami begitu yang mulia," kata Maqdir.

Saat dimintai tanggapannya oleh hakim, Jaksa Penuntut KPK, Wawan Yunarwanto mengaku dokter di Rutan KPK sudah memeriksa Rommy sebelum berangkat ke Pengadilan. Dari pemeriksaan tim dokter, Romy dinyatakan layak mengikuti persidangan.

Meski demikian, Wawan menyerahkan keputusan mengenai kelanjutan persidangan hari ini kepada Majelis Hakim. "Untuk keputusan kami serahkan kepada yang mulia," kata Jaksa.

Setelah bermusyawarah, majelis hakim memutuskan persidangan untuk dilanjutkan pada Senin (23/9/2019) mendatang. Hal ini mengingat surat eksepsi Rommy cukup tebal, yakni eksepsi penasihat hukum setebal 70 halaman dan eksepsi yang dibacakan Rommy setebal 29 halaman.

"Jadi kami tunda sampai hari Senin. Jadi tidak layak juga kita sidangkan orang dalam keadaan sakit ya," kata Majelis Hakim.

Diketahui, jaksa KPK mendakwa Rommy menerima uang Rp 325 juta dari Haris Hasanudin agar lolos seleksi dan dilantik sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Dalam surat dakwaan, Rommy didakwa menerima suap bersama-sama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Keduanya disebut melakukan intervensi langsung maupun tidak langsung terhadap proses pengangkatan Haris tersebut. Tak hanya dari Haris, dalam perkara jual beli jabatan ini, Rommy juga didakwa jaksa menerima Rp 91,4 juta dari M Muafaq Wirahadi. Uang tersebut berkaitan proses pengangkatan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik.



Sumber: Suara Pembaruan