Bantah Larang Audisi, KPAI Minta Djarum Akhiri Eksploitasi Anak

Bantah Larang Audisi, KPAI Minta Djarum Akhiri Eksploitasi Anak
Komisioner Penanggung Jawab Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty (tengah), memberikan penjelasan akan dugaan eksploitasi anak melalui kegiatan audisi bulutangkis berkedok beasiswa di kantor KPAI Jakarta, Kamis, (14/2). ( Foto: Suara Pembaruan / Dina Fitri Anisa )
Aichi Halik / AHL Senin, 9 September 2019 | 20:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membantah melarang audisi umum bulutangkis yang diselenggarakan oleh PB Djarum.

KPAI hanya menginginkan unsur-unsur terkait promosi rokok dihilangkan dari kegiatan yang melibatkan anak-anak tersebut.

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty menyatakan, pada Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum anak-anak dieksploitasi dengan cara mempromosikan produk rokok.

"Yang dimaksud eksploitasi dalam hal ini adalah eksploitasi yang terselubung atau yang tersamarkan dimana anak-anak dijadikan papan reklame berjalan dengan menggunakan tubuh mereka. Kostum yang mereka gunakan itu adalah bagian dari upaya sebuah promosi," kata Sitti di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Menurut Sitti, promosi produk sponsor pada sebuah kaos adalah hal yang wajar, namun perlakuan itu berbeda untuk produk rokok.

"Sebenarnya kalau kaos lain yang promosi tidak apa-apa tetapi karena ini zat adiktif (rokok) maka promosi tidak diperkenankan," imbuh Sitti.

Sitti menyebut kegiatan audisi PB Djarum memuat upaya denormalisasi produk-produk yang berbahaya karena rokok, menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Sitti juga merujuk Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 bahwa kegiatan-kegiatan yang disponsori oleh rokok sebetulnya tidak boleh disiarkan secara langsung oleh media.

"Tentu format audisi ini walaupun audisinya tidak kita hentikan tapi harus melakukan penyesuaian yang baru. Atas dasar itu, maka audisi dengan bentuk yang sekarang memang akan diakhiri," ujar Sitti.



Sumber: BeritaSatu TV