Bintang Kejora Berkibar Depan Istana, Kapolri: Tegakkan Hukum

Bintang Kejora Berkibar Depan Istana, Kapolri: Tegakkan Hukum
Massa yang tergabung dalam Mahasiswa Papua Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme menggelar unjuk rasa di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis 22 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Farouk Arnaz / YUD Kamis, 29 Agustus 2019 | 13:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian merasa gerah dengan aksi puluhan mahasiswa Papua yang mengibarkan Bendera Bintang Kejora saat berunjuk rasa menuntut referendum di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Mantan Kapolda Papua itu memerintahkan kepada Kapolda Metro Jaya untuk menegakkan hukum. Pasalnya bendera itu diketahui adalah simbol perjuangan Papua Merdeka.

“Ada juga peristiwa pengibaran bendera (Bintang Kejora) di Jakarta, saya sudah perintahkan Kapolda tangani, tegakkan hukum. Sesuai apa adanya. Kita harus hormati hukum,” tegas Tito di Mabes Polri Kamis (29/8).

Untuk diketahui ada empat bendera Bintang Kejora yang sempat dikibarkan dengan menggunakan bambu berukuran panjang di ring satu persis seberang istana tempat Presiden Joko Widodo berkantor itu.

Awalnya aparat keamanan berupaya mencegah mahasiswa mengibarkan bendera namun akhirnya hanya mengamankan aksi yang juga diwarnai pembakaran ban bekas itu.

Massa turun ke jalan karena dipicu peristiwa rasisme di Surabaya. Mereka juga menolak otonomi khusus dan meminta adanya referendum untuk menentukan masa depan Papua.



Sumber: BeritaSatu.com