KPK Juga Geledah Ruang Kerja Dhamantra di DPR

KPK Juga Geledah Ruang Kerja Dhamantra di DPR
Anggota Komisi VI DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) I Nyoman Dhamantra mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/8/2019). KPK menahan enam orang tersangka pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus dugaan pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019 dengan barang bukti uang 50 ribu dolar Amerika serta bukti transfer sebesar Rp 2,1 miliar. (Foto: ANTARA FOTO / Dhemas Reviyanto)
Fana Suparman / JAS Senin, 12 Agustus 2019 | 18:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja milik anggota Komisi VI dari Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/8). Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih yang menjerat Dhamantra sebagai tersangka.

Selain ruangan Dhamantra, KPK juga menggeledah dua lokasi lainnya dalam rangkaian penyidikan kali ini.

"Hari ini dilakukan penggeledahan di tiga lokasi, yaitu, ruang kerja anggota DPR-RI, INY (I Nyoman Dhamantra) ruang Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemdag, dan ruang Dirjen Holtikultura Kemtan," kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (12/8/2019).

Meski demikian, Febri masih enggan mengungkap lebih jauh mengenai penggeledahan ruang kerja Dhamantra di DPR dan sejumlah lokasi lainnya. Hal ini lantaran proses penggeledahan di lokasi tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

"Tim masih di lokasi. Sejauh ini diamankan sejumlah dokumen terkait dengan impor yang jadi kewenangan Kemtan dan Kemdag," terangnya.

Sebelumnya, tim penyidik telah menggeledah apartemen milik anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019). Tak hanya apartemen miliknya, pada hari yang sama, tim penyidik juga menggeledah rumah milik anak Dhamantra.

Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita sejumlah dokumen terkait perkara yang menjerat Dhamantra. Tak hanya itu, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti elektronik.

Dhamantra diduga telah menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari total komitmen fee sebesar Rp 3,6 miliar untuk pengurusan izin impor 20.000 ton bawang putih yang akan masuk ke Indonesia. Suap tersebut berasal dari pengusaha Chandry Suanda atau Afung pemilik PT Cahaya Sakti Agro. Dalam melancarkan aksinya, Afung melalui tersangka lainnya, Doddy Wahyudi mentransfer uang menggunakan money changer Indocev milik Dhamantra.

Pemulusan suap untuk pengurusan izin impor bawang putih tersebut dibantu oleh Doddy Wahyudi, Zulfikar, Elviyanto, dan Mirawati. Keempatnya mempunyai peran masing-masing dalam memuluskan suap izin impor bawang putih ke Indonesia ini.



Sumber: Suara Pembaruan