Kasus Mati Listrik, Polisi Gandeng Ahli

Kasus Mati Listrik, Polisi Gandeng Ahli
Petugas PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat tengah melakukan pengecekan kondisi High Voltage (HV) Apparatus di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Muara Tawar beberapa waktu lalu. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta )
Farouk Arnaz / FMB Kamis, 8 Agustus 2019 | 15:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Polisi menggandeng saksi ahli untuk menyelidiki penyebab peristiwa pemadaman listrik massal di Jabodetabek, Banten, hingga DIY, yang terjadi pada Minggu (4/8/2019). Kesimpulan awal pemadaman diduga karena pohon.

“Dari hasil tim labfor yang di TKP, yang di unit pembagian beban Ungaran itu sudah diteliti. Dugaan sementara ada flash (loncatan listrik), betul. Kemudian ada pohon yang terbakar itu betul,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Kamis (9/8).

Tim akan melakukan penelitian dari hulu, yakni dari Ungaran di mana di sana ada 225 jaringan pembangkit. Kemudian diurut jalurnya di Jateng, Jabar, Banten dan terakhir Jakarta. Yang terpenting, yang jadi fokus tim investigasi, ada di P2B Gandul, Depok, Jawa Barat.

“Karena di situ bisa dipantau per 30 menit terkait masalah power plan yang ada di 225 pembangkit tenaga listrik. Itu bisa dilihat semuanya sejauh mana kesiapannya secara teknis kemudian dari human juga,” imbuhnya.

Juga didalami lagi PLTU Suralaya, PLTU Muara Karang dan terakhir sentralnya di PLN. Tim bekerja dua Minggu dan dibagi jadi dua tahap. Minggu pertama assesment penyebab awal terjadinya blackout, di mana nanti akan disampaikan hasilnya pada Kamis depan.

Tim bekerja mulai hari ini. Untuk hasil komprehensifnya nanti Minggu kedua. Menunggu proses audit semuanya. Tim Polri beranggotakan Dit Siber, Puslabfor, dan Inafis. Polri juga menggandeng ahli dari luar yakni dari ESDM, BPPT, ITB dan juga ahli bernama Dr Rizal, lulusan S3 Belanda yang memiliki pengalaman kerja kelistrikan di Swedia.

Semuanya dalam rangka mendalami proses kelistrikan dan tidak menutup kemungkinan —bila dalam proses investigasi ini ditemukan bentuk pelanggarannya baik pidana, administrasi atau pun pelanggaran lainnya— polisi akan menindaklanjuti.



Sumber: BeritaSatu.com