Anak Buah Sebut Sofyan Basir Percepat Perizinan PLTU Riau-1

Anak Buah Sebut Sofyan Basir Percepat Perizinan PLTU Riau-1
Sofyan Basir. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Fana Suparman / JAS Senin, 5 Agustus 2019 | 19:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala Divisi Independent Power Producer (IPP) PLN, Muhammad Ahsin Sidqi menyebut Dirut nonaktif PT PLN, Sofyan Basir mempercepat proses penandatanganan dokumen Power Purchased Agreement (PPA) PLTU Riau-1.

Padahal terdapat tahapan lain yang harus dilalui sebelum penandatanganan PPA. Hal ini dikatakan Muhammad Ahsin Sidqi yang kini menjabat Direktur Utama (Dirut) Indonesia Power saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa Sofyan Basir di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/8/2019). Indonesia Power merupakan anak usaha PLN.

"Saya dapat info dari Iwan Supangkat (Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN, Supangkat Iwan Santoso). Pak Sofyan Basir berkehendak tanda tangan PPA sebelum ke luar negeri, ke Eropa kalau tidak salah," kata Ahsin dalam kesaksiannya di persidangan.

Ahsin menuturkan, sebelum tahap penandatanganan PPA, terdapat proses letter of intent (LoI) yang seharusnya ditandatangani pada 17 Januari 2018. Namun, perjanjian itu ditandatangani pada 29 September 2017. Tak hanya penandatanganan perjanjian, Sofyan juga meminta adanya percepatan proyek PLTU Riau-1. Sebab proyek tersebut masuk dalam program pengadaan pembangkit listrik 35.000 megawatt.

"Ketika rapat-rapat bersama direksi memang perlu percepatan itu saja," katanya.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Sofyan Basir telah memberikan kesempatan, sarana dan keterangan terjadinya tindak pidana suap terkait proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau-1. Suap tersebut diberikan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni M Saragih, dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

Johannes Kotjo menyuap Eni dan Idrus sekitar Rp 4,75 miliar agar dapat menggarap proyek senilai US$ 900 juta tersebut.

Rencananya proyek PLTU Riau-1 digarap konsorsium yang terdiri dari anak usaha PLN, PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PJBI), Blackgold Natural, dan China Huadian Engineering Company yang dibawa oleh Johannes Kotjo.

Sementara, Sofyan diduga turut memuluskan praktik suap tersebut karena proyek PLTU Riau-1 berada di PLN. Sofyan juga disebutkan memberi kesempatan atau memfasilitasi dengan turut menghadiri pertemuan-pertemuan dengan Eni, Kotjo dan Idrus Marham serta Setya Novanto. Dalam sejumlah pertemuan itu, Sofyan Basir disebut kerap mengajak Supangkat Iwan Santoso.



Sumber: Suara Pembaruan