Dirut Indonesia Power Bakal Bersaksi di Sidang Sofyan Basir

Dirut Indonesia Power Bakal Bersaksi di Sidang Sofyan Basir
Sofyan Basir. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Fana Suparman / YUD Senin, 5 Agustus 2019 | 11:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menggelar sidang lanjutan perkara suap proyek PLTU Riau-1 dengan terdakwa mantan Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Sofyan Basir, Senin (5/8/2019).

Dalam persidangan hari ini, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan tiga petinggi PT PLN sebagai saksi. Salah satunya Ahsin Sidqi yang kini menjabat Dirut Indonesia Power.

"(Saksinya) Muhammad Ahsin Sidqi, Muhamad Ali dan Sarwono Sudarto," kata Jaksa KPK Lie Setiawan saat dikonfirmasi, Senin (5/8/2019).

Indonesia Power sendiri merupakan anak usaha PLN. Saat proyek PLTU Riau-1 akan digarap, Ahsin Sidqi menjabat Kepala Divisi Independent Power Producer (IPP) PLN.

Sementara Muhamad Ali merupakan Direktur Human Capital Managemen PT PLN yang sempat menjadi Plt Dirut PLN beberapa pekan lalu. Sedangkan Sarwono merupakan Direktur Keuangan PT PLN.

Dalam persidangan sebelumnya, Majelis Hakim telah mendengarkan keterangan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, serta pengusaha Blackgold Natural, Johannes B Kotjo. Eni dan Johannes Kotjo diketahui telah divonis bersalah dan sedang menjalani masa hukuman atas perkara suap ini.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Sofyan Basir telah memberikan kesempatan, sarana dan keterangan terjadinya tindak pidana suap terkait proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau-1. Suap tersebut diberikan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni M Saragih, dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

Johannes Kotjo menyuap Eni dan Idrus sekitar Rp 4,75 miliar agar dapat menggarap proyek senilai US$ 900 juta tersebut. Rencananya proyek PLTU Riau-1 digarap konsorsium yang terdiri dari anak usaha PLN, PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PJBI), Blackgold Natural, dan China Huadian Engineering Company yang dibawa oleh Johannes Kotjo.

Sementara, Sofyan diduga turut memuluskan praktik suap tersebut karena proyek PLTU Riau-1 berada di PLN. Sofyan juga disebutkan memberi kesempatan atau memfasilitasi dengan turut menghadiri pertemuan-pertemuan dengan Eni, Kotjo dan Idrus Marham serta Setya Novanto. Dalam sejumlah pertemuan itu, Sofyan Basir disebut kerap mengajak Supangkat Iwan Santoso.



Sumber: Suara Pembaruan