Oknum Brimob Gebuki Demonstran, Polri Klaim Komnas HAM Memaklumi

Oknum Brimob Gebuki Demonstran, Polri Klaim Komnas HAM Memaklumi
Aksi 22 Mei 2019. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / YUD Selasa, 23 Juli 2019 | 19:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri mengklaim telah melakukan tindakan internal kepada oknum anggota Brimob yang kalap menghajar massa demonstran dan pelaku rusuh dalam rangkaian demo rusuh 21-22 Mei di Bawaslu dan sekitarnya.

Menurut Kabag Penum Polri Kombes Adi Saputra pihaknya telah menerangkan penindakan internal atas insiden yang tidak profesional dan modern itu dalam pertemuan dengan Komnas HAM Senin (22/7/2019) kemarin.

“Pertemuan di Komnas HAM kemarin itu terkait dua hal. Pertama sehubungan dengan adanya empat video yang ditemukan. Dimana adanya gambaran kekerasan yang dilakukan (oknum) Polri,” kata Asep di Mabes Polri, Selasa (23/7/2019).

Video pertama TKP yang di dekat masjid Petamburan dimana sudah dilakukan tindakan disiplin pada anggota yang melakukan pelanggaran itu. Yang kedua video di depan Kedutaan Spanyol, samping Sarinah.

Yang ketiga menggambarkan oknum Brimob memukul kepala orang pakai helm di dalam asrama Brimob Petamburan. Yang satu lagi dugaan kekerasan yang dilakukan oknum anggota Brimob kepada petugas medis.

“Itu semua sudah dilakukan penindakan. Nah kemarin kita sudah klarifikasi ke Komnas HAM dan mereka sudah bisa memaklumi itu. Artinya sudah dilakukan upaya pendekatan displin,” aku Asep.

Soal kedua, perwira menengah ini melanjutkan, di awal penanganan investigasi, Komnas HAM menerima laporan adanya 70 orang yang hilang. Setelah dilakukan penyelidikan oleh Komnas HAM dan Polri kini tinggal dua orang yang mesti dikonfirmasi keberadaannya.

Apa maksudnya Komnas HAM memaklumi? Asep menjawab, “Memaklumi itu maksudnya polisi itu juga sudah tahu, paham. Komnas HAM juga tahu kalau ini sudah ditindak polisi di internal. Mereka tuh ditempatkan di tempat (tahanwn) Densus selama 21 hari.”

Konsekuensi lanjutnya itu jadi catatan personel dan nanti bisa mempengaruhi karier yang bersangkutan. Baik masalah jabatan, pangkat, dan sekolah. Jadi hukuman disiplin itu bukan sekadar ditempatkan di sel, tapi juga punya konsekuensi lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com