Cocok Dengan Haris, Menag: Bukan Bentuk Intervensi

Cocok Dengan Haris, Menag: Bukan Bentuk Intervensi
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Rabu, 8 Mei 2019. Lukman diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019 dengan tersangka Romahurmuziy. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Fana Suparman / YUD Rabu, 26 Juni 2019 | 19:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin mengakui pernah menyampaikan kepada Sekretaris Jenderal Kementrian Agama (Sekjen Kemag) yang juga Ketua Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (Pansel JPT) Kementrian Agama Nur Kholis bahwa dirinya cocok dengan Haris Hasanuddin yang sedang mengikuti proses seleksi Kakanwil Kemag Jatim.

Hal ini disampaikan Lukman saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan jual beli jabatan di lingkungan Kemag dengan terdakwa Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemag Gresik Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Mulanya, Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto mengonfirmasi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Lukman saat diperiksa penyidik KPK untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Haris. Dalam BAP tersebut, kepada Nur Kholis, Lukman mengaku hanya cocok dengan Haris dibanding tiga calon lainnya.

"Dalam poin 13 di BAP, saudara menjelaskan pada diskusi di kantor Kemag pernah sampaikan ke Nur Kholis dari empat kandidat itu saya hanya cocok dengan Haris karena sudah menjabat Plt Kakanwil ini masalah pilihan pengguna karena saya sudah tahu kerja tadi," kata Jaksa Wawan saat membacakan BAP Lukman di persidangan.

Menjawab hal ini, Lukman mengaku pernyataan itu disampaikan lantaran Nur Kholis meminta pendapatnya mengenai empat nama yang lolos seleksi. Lukman mengaku, dari empat nama tersebut hanya mengenai Haris.

"Itu konteksnya Sekjen yang juga Ketua Pansel bertanya ke saya minta masukan, 'Pak ada empat nama, minta tanggapan saya bagaimana empat nama calon?', jawaban saya bahwa di antara empat nama yang saya kenal adalah Haris, kenapa begitu karena tiga lain saya tidak kenal, karena sejak Oktober dia (Haris) Plt Kakanwil Jatim jadi sempat interaksi saat kunjungan kerja ke Jatim," jawab Lukman.

Jaksa kembali mencecar Lukman mengenai penggunaan diksi 'cocok'. Dikatakan, kata 'cocok' berbeda dengan kenal.
"Ini bahasanya saya hanya cocok? cocok sudah klik?," tanya Jaksa Wawan lagi.

"Saya merasa Haris yang saya kenal, kecocokan karena konteksnya kenal, bagaimana bisa cocok dengan yang tidak kenal, harus dilihat konteks saya jawab pertanyaan Ketua Pansel yang mana dari empat nama," kata Lukman.

Jaksa pun mengonfirmasi pernyataan Lukman tersebut dapat diartikan sebagai bentuk intervensi terhadap proses seleksi yang sedang berjalan. Namun, Lukman menepis hal tersebut. Menurutnya, pernyataan tersebut hanya sekedar tanggapan umum mengenai empat nama yang mengikuti seleksi.

"Menurut saya tidak (intervensi) karena saya sadar betul itu bukan kewenangan saya, menentukan siapa yang lolos bukan di PPK tapi Pansel, tidak pada tempatnya itu ditempatkan sebagai intervensi itu hanya tanggapan umum saya mana dari empat nama itu," katanya.

Dalam persidangan sebelumnya, Nur Kholis Setiawan menyebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin siap memasang badan agar Haris Hasanudin lolos seleksi dan dilantik sebagai Kakanwil Kemag Jatim. Padahal, Nur Kholis mengaku sudah melaporkan kepada Lukman bahwa Haris tidak lolos seleksi. Bahkan, Nur Kholis mengklaim telah menyampaikan kepada Lukman mengenai rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk tidak meloloskan Haris karena pernah mendapat sanksi disiplin.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Haris Hasanudin telah menyuap Romahurmuziy alias Romy selaku anggota DPR sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama (Menag). Suap sekitar Rp 325 juta itu diberikan Haris kepada Romy dan Lukman agar lolos seleksi dan dilantik sebagai Kakanwil Kemag Jatim.

Romy dan Lukman diduga berperan mengintervensi proses pengangkatan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Jawa Timur. Atas intervensi yang dilakukan Romy dan Lukman, Haris Hasanuddin bisa lolos dengan mudah menjadi Kakanwil Kemag Jatim. Padahal, Haris pernah dijatuhi sanksi disiplin.



Sumber: Suara Pembaruan