Anggota Pansel Akui Ada "Keinginan Pimpinan" Terkait Seleksi Jabatan di Kemag

Anggota Pansel Akui Ada
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kiri) dan mantan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy bersiap memberikan kesaksian dalam sidang kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama dengan terdakwa Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (26/6/2019). Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan tujuh orang saksi diantaranya Lukman Hakim Saifuddin dan mantan Romahurmuziy. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Fana Suparman / JAS Rabu, 26 Juni 2019 | 13:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan di Kementerian Agama (Kemag), Hasan Effendi mengakui adanya atensi khusus terkait nama Haris Hasanudin yang mengikuti seleksi untuk posisi Kakanwil Kemag Jatim.

Hal ini diakui Hasan saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan jual beli jabatan di Kemag dengan terdakwa Haris Hasanudin dan Kepala Kantor Kemag Gresik Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Sekjen bicara itu, ada keinginan pimpinan nama itu masuk. Menyebut namanya tidak vulgar. Ada kepentingan, yang dari Jatim itu masuk," kata Hasan menjawab pertanyaan Jaksa.

Hasan mengaku tak tahu detail siapa pimpinan yang dimaksud Sekjen Kemag. Jaksa pun mengonfirmasi kepada Hasan mengenai sanksi administrasi dan nilai yang rendah yang diperoleh Haris untuk lolos proses seleksi. Menjawab hal itu, Hasan mengaku sudah melakukan kewajibannya sebagai pansel jabatan di Kemag.

"Itu sudah di awal kita sampaikan dari awal yang tidak memenuhi silakan dikeluarkan. Saya tidak tahu nama itu muncul," ungkapnya.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Haris Hasanudin telah menyuap Romahurmuziy alias Rommy selaku anggota DPR sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama (Menag). Suap sekitar Rp 325 juta itu diberikan Haris kepada Rommy dan Lukman agar lolos seleksi dan dilantik sebagai Kakanwil Kemag Jatim.

Rommy dan Lukman diduga berperan mengintervensi proses pengangkatan Haris sebagai Kakanwil Kemag Jawa Timur. Atas intervensi yang dilakukan Rommy dan Lukman, Haris bisa lolos dengan mudah menjadi Kakanwil Kemenag Jatim. Padahal, Haris pernah dijatuhi sanksi disiplin.



Sumber: Suara Pembaruan