Khofifah Kembali Tak Hadir untuk Bersaksi di Sidang Jual-Beli Jabatan

Khofifah Kembali Tak Hadir untuk Bersaksi di Sidang Jual-Beli Jabatan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. ( Foto: ANTARA FOTO / Puspa Perwitasari )
Fana Suparman / JAS Rabu, 26 Juni 2019 | 11:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa kembali ‎tidak hadir memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Khofifah yang sedianya bersaksi untuk terdakwa Kakanwil Kemag Jatim Haris Hasanudin dan Kepala Kantor Kemag Gresik Muafaq Wirahadi itu mengirimkan surat atas ketidakhadirannya di persidangan hari ini. Dalam surat tersebut, Khofifah mengaku harus menghadiri pernikahan anaknya.

"Bu Khofifah menyampaikan surat tidak bisa hadir karena acara prosesi pernikahan anaknya," kata Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Dalam persidangan hari ini, jaksa berencana menghadirkan sembilan saksi untuk terdakwa Haris Hasanudin dan Muafaq. Namun, dari sembilan saksi, hanya tujuh orang yang hadir di persidangan.

"Yang tidak hadir Bu Khofifah dan Pak Abdurahman, sehingga saksi yang hadir ada tujuh‎ orang," kata Jaksa.

Tiga di antara tujuh saksi yang hadir tersebut yakni, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, mantan Ketum PPP Romahurmuziy, dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Mojokerto, Kiai Asep Saifuddin Halim.

Pada persidangan pada Rabu pekan lalu, Khofifah juga tidak hadir untuk bersaksi di persidangan. Saat itu, Khofifah beralasan menghadiri kegiatan RUPS BUMD.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Haris Hasanudin telah menyuap Romahurmuziy alias Rommy selaku anggota DPR sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama (Menag). Suap sekitar Rp 325 juta itu diberikan Haris kepada Rommy dan Lukman agar lolos seleksi dan dilantik sebagai Kakanwil Kemag Jatim.

Rommy dan Lukman diduga berperan mengintervensi proses pengangkatan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Atas intervensi yang dilakukan Rommy dan Lukman, Haris bisa lolos dengan mudah menjadi Kakanwil Kemenag Jatim. Padahal, Haris pernah dijatuhi sanksi disiplin.



Sumber: Suara Pembaruan