Dituding Abal-abal, Kontraktor Revitalisasi Monas Akan Somasi Justin PSI

Dituding Abal-abal, Kontraktor Revitalisasi Monas Akan Somasi Justin PSI
Rencana Revitalisasi Kawasan Monas. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FMB Kamis, 23 Januari 2020 | 19:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dituding sebagai perusahaan abal-abal dan diragukan kredibilitasnya, PT Bahana Prima Nusantara akan melayangkan somasi kepada anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian.

Dalam waktu tiga hingga lima hari ini, somasi akan dikirimkan PT Bahana Prima Nusantara kepada Justin Adrian yang menjabat anggota Komisi D DPRD DKI.

Demikian disampaikan Pengacara PT Bahana Prima Nusantara Abu Bakar J Lamatapo di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

“Somasi segera kami sampaikan. Mungkin tiga atau lima hari lagi. Kami akan layangkan ke pribadinya. Karena dia yang berbicara sebagai anggota dewan atau fraksi. Dia kan yang posting pribadi di akun Twitternya. Itu yang memicu pernyataan dari berbagai pihak,” kata Abu Bakar.

Jika somasi yang dilayangkan pihaknya tidak diindahkan oleh Justin Adrian, maka perusahaannya akan menempuh jalur hukum. “Kalau somasi kan namanya peringatan. Kalau tidak diindahkan, maka tentu ada langkah hukum,” ujar Abu Bakar.

Ia menyayangkan kredibilitas perusahaannya dipertanyakan Justin Adrian melalui Twitter. Ia pun menjelaskan, legalitas kantor virtual perusahaan PT Bahana Nusantara sesuai dengan PTSP Nomor 6 Tahun 2016. Berdasarkan aturan tersebut, tidak ada permasalahan dari segi lokasi kantor perusahaannya.

“Yang mengeluarkan izin itu PTSP Jakarta Timur. Terkait virtual office juga diatur, namanya surat edaran PTSP Nomor 6 Tahun 2016, yang awalnya 2015 dilarang virtual office. Tapi, untuk menggerakkan dunia usaha bidang UMKM dan pemula, maka aturan tersebut dicabut, lalu adanya virtual office dibuka kembali tahun 2016 oleh PTSP. Jadi ketika kita berkantor di situ ya, tidak ada masalah," terang Abu Bakar.

Tak hanya itu, ia menyesalkan anggota Fraksi PSI DPRD DKI yang mengandalkan Google maps untuk melihat lokasi kantornya. Lalu mengeluarkan pernyataan yang mendeskreditkan PT Bahana Prima Nusantara.

"Kita sayangkan bahwa anggota Dewan PSI itu hanya lihat dan andalkan Google Maps dan langsung statement. Ini yang kami sayangkan. Kita akan ajukan somasi kepada yang bersangkutan. Isu yang bermula soal tebang pohon, geser jadi soal kantor penyedia barang dan jasa, ini persoalan,” jelas Abu Bakar.

Di lokasi yang sama, Direktur Utama PT Bahana Prima Nusantara Muhidin Shaleh membenarkan lokasi kantornya beralamat di Jl Nusa Indah Nomor 33, RT 01 RW 07, Jakarta Timur. Kantornya berada di gedung digital printing, yang salah satu ruangannya disewa oleh perusahaannya.

"Alamat perusahaan kami sebenarnya ada pada alamat itu tadi, dan di situ perusahaan kami ini bukan perusahaan kami sendiri, tapi banyak perusahaan yang berdomisili pada Nusa Indah, itu tempat printing digital dan percetakan dan dia sediakan jasa sewa-menyewa perusahaan, sehingga selama ini perusahaan kami berada di tempat itu,” kata Muhidin.

Diungkapkannya, PT Bahana Prima Nusantara memiliki dua kantor dengan lokasi berbeda. Salah satunya kantor virtual yang berlokasi di Nusa Indah dan kantor operasional yang berada di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

"Kantor kami itu virtual office yang kami sewa, itu juga ada surat sewa, itu di Ciracas. Sedangkan kantor operasional kami ada di Cempaka Putih Nomor 160. Itu kantor operasional. Mengapa jadi kantor operasional kami? Karena saya termasuk anggota Gapeksindo dan termasuk salah satu pengurus Gapeksindo. Jadi kami sewa di lantai tiga di Gapeksindo. Ini biar efektif saja,” jelas Muhidin.



Sumber: BeritaSatu.com