Todongkan Pistol, Pengedar Sabu Tewas Didor Polisi

Todongkan Pistol, Pengedar Sabu Tewas Didor Polisi
Ilustrasi. ( Foto: BSMH )
Bayu Marhaenjati / YUD Selasa, 10 Desember 2019 | 17:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, terpaksa menembak pengedar narkotika jenis sabu-sabu berinisial BH alias Syam, lantaran melakukan perlawanan dengan menodongkan senjata api ketika ditangkap, di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (9/12/2019) kemarin.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkotika di kawasan Kramat Jati. Anggota kemudian melakukan penyelidikan dan penangkapan, sekitar pukul 13.30 WIB, Senin kemarin.

"Tim melakukan penangkapan seorang inisial BH alias Syam, di kediamannya, kontrakan, di Kramat Jati, Jakarta Timur. Pada saat penggeledahan ditemukan sabu-sabu seberat 3 gram, juga ditemukan beberapa alat untuk melakukan pencurian kendaraan bermotor seperti kunci letter T, dan juga dua unit sepeda motor yang dicurigai itu hasil curian," ujar Yusri, Selasa (10/12/2019).

Dikatakan Yusri, pasca-penangkapan, penyidik memeriksa tersangka dan didapatkan informasi kalau yang bersangkutan masih menyimpan barang bukti sabu-sabu seberat 1,5 kilogram, di sekitar Jalan Hankam, Cipayung, Jakarta Timur. Sejurus kemudian, penyidik membawa tersangka untuk dilakukan pengembangan.

"Akhirnya dia dibawa menunjukan tempat menyimpan barang bukti. Ada di tempat satu, tanah kosong, dia menyimpan 1,5 kilogram sabu-sabu di situ," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, ketika dibawa ke TKP kedua, tersangka menunjukan sebuah bungkusan plastik. "Pada saat dia menunjukan, rupanya itu bukan sabu-sabu, tetapi satu buah pistol atau senpi rakitan yang kemudian diarahkan kepada anggota," katanya.

Menurut Yusri, anggota dengan sigap melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai standar operasional prosedur (SOP) kepada tersangka yang berusaha melarikan diri.

"Anggota melakukan tembakan peringatan, dan tersangka lari menembak anggota. Langsung ditembak dan mengenai tersangka. Kemudian, tersangka sempat dibawa ke rumah sakit Kramat Jati (RS Bhayangkara Polri), tetapi dalam perjalanan tersangka meninggal dunia," jelasnya.

Yusri mengungkapkan, polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat kurang lebih 1,5 kilogram, senpi rakitan, senjata tajam, kunci letter T, dan dua unit sepeda motor.

"Ini masih kami kembangkan terus barang bukti itu dapat dari mana. Mudah-mudahan kita dapat mengejar pelaku pemiliknya. Dia mengaku menerima dari seseorang yang masih DPO," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com