Pelaku Penyiram Soda Api Ternyata Telah 4 Kali Beraksi

Pelaku Penyiram Soda Api Ternyata Telah 4 Kali Beraksi
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menyampaikan keterangan pers, di pelataran Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya. ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / WBP Senin, 18 November 2019 | 17:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi terus melakukan pengembangan terkait kasus penyiraman cairan kimia berupa soda api yang dilakukan tersangka FY (29), di kawasan Jakarta Barat. Hasil pengembangan, ternyata pelaku sudah empat kali beraksi di sejumlah wilayah Jakarta Barat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, awalnya penyidik mendapatkan tiga laporan. Pertama menimpa dua siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kebon Jeruk. Kedua, korbannya ibu penjual sayur di Meruya, dan ketiga korbannya enam orang siswi SMP di kawasan Kembangan.

"Namun, dari pengembangan pemeriksaan yang dilakukan ternyata sebelumnya tanggal 3 November dia pernah sekali melakukan penyiraman, sehingga empat kali sebetulnya melakukan penyiraman. Hanya campuran air dan soda apinya sedikit, jadi tidak terdampak pada korban dan tidak ada yang melapor ke Polsek Kebon Jeruk dan Polres Jakarta Barat," ujar Gatot Eddy Pramono di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/11/2019).

Dikatakan Gatot, tersangka mengaku melakukan aksi penyiraman tanggal 3 November, di dekat Mapolsek Kebon Jeruk. Namun, pada saat itu campuran soda apinya kurang sehingga tidak berdampak pada korban. "Itu kan modusnya soda api dimasukkan ke dalam botol air, dicampur, dan disiram ke korban. Itu soda api sedikit sehingga tidak ada korban yang terkena, sehingga tidak ada pelaporan. Tapi menurut keterangan pelaku sudah melakukan empat kali," ungkap Gatot Eddy Pramono.

Gatot menyampaikan, hasil uji Puslabfor terhadap barang bukti di sejumlah lokasi, hasilnya sama. "Soda api dia beli dari satu toko di daerah Kembangan, semuanya sama. Jadi dapat dikatakan sudah positif dia yang melakukan penyiraman air keras kepada korban-korban," kata Gatot Eddy Pramono.

Gatot menuturkan, penyidik sempat mengalami kesulitan melacak tersangka karena minim saksi dan alat bukti. Namun, pada aksi terakhir tersangka terekam kamera pengawas sehingga penyidik berhasil menangkapnya.

"Begini kasus ini kan yang laporan pertama ada di Kebon Jeruk, di sini kita mendapatkan sedikit saksi, sedikit sekali keterangan. TKP kedua pada tanggal 8, ada CCTV, saksi ada, hanya CCTV agak kabur, sehingga kami agak kesulitan mengungkapnya. Pada tanggal 15, CCTV itu sangat jelas didukung saksi-saksi, jadi gampang identifikasinya," tandas Gatot Eddy Pramono.

Sebelumnya diketahui, penyidik berhasil membekuk tersangka FY (29), pelaku kasus penyiraman cairan kimia di sejumlah tempat, di Jakarta Barat, Jumat (15/11/2019) kemarin.



Sumber: BeritaSatu.com