Soda Api, Cairan Kimia yang Dipakai Pelaku Teror di Jakbar

Soda Api, Cairan Kimia yang Dipakai Pelaku Teror di Jakbar
Polda Metro Jaya merilis sketsa wajah terduga pelaku kasus penyiraman cairan kimia terhadap dua siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP), di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. (Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati)
Bayu Marhaenjati / FMB Sabtu, 16 November 2019 | 16:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi telah membekuk tersangka FY (29), pelaku kasus penyiraman cairan kimia di tiga tempat kejadian perkara (TKP), di Jakarta Barat. Hasil pemeriksaan, cairan kimia yang digunakan merupakan soda api.

"Dari hasil pemeriksaan kita, kita temukan bahan yang sama. Bahannya identik antara TKP 1, 2, 3 yaitu soda api. Kalau bahan kimianya natrium hidroksida. Termasuk bahan yang berbahaya, dapat menyebabkan iritasi ke kulit apabila disiramkan tersangka ke korban. Jadi di TKP 1, 2 dan 3 bahan yang digunakan bahan yang sama jenisnya," ujar Kabid Kimbiofor Puslabfor Polri Kombes Pol Andi Firdaus, Sabtu (16/11/2019).

Dikatakan Andi, pelaku melarutkan bahan kimia soda api dengan air yang dimasukkan ke dalam botol.

"Efeknya, itu sifatnya iritasi, memerah atau menimbulkan efek terhadap kulit. Ini kadarnya tidak terlalu tinggi, jadi akan sehat sendiri," ungkapnya.

Sementara itu, Panit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Adi mengatakan, tersangka FY mendapatkan soda api itu dari tempatnya bekerja selaku karyawan servis AC.

"Tersangka karyawan servis AC, yang kemudian soda api itu digunakan untuk pekerjaannya. Jadi dia selalu punya soda api itu," katanya.

Adi menjelaskan, tersangka FY merupakan pelaku tunggal yang melakukan teror penyiraman cairan kimia di kawasan Kebon Jeruk, Meruya dan Kembangan, Jakarta Barat.

"Berdasarkan alat bukti yang kami punya, inilah yang melakukan di tiga TKP," katanya.

Menurut Adi, polisi membekuk FY tidak jauh dari lokasi penyiraman ketiga, di Jalan Mawar, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, semalam.

"Ditangkap pada hari Jumat, sekitar pukul 18.30, tidak jauh dari TKP kejadian ketiga yaitu, Gang Mawar, Srengseng Barat," tandasnya.

Berdasarkan catatan, telah terjadi tiga kali kasus penyiraman cairan kimia, di Jakarta Barat. Kasus pertama menimpa dua siswi SMP bernama Aurel dan Prameswari. Mereka menjadi korban penyiraman cairan kimia oleh orang tak dikenal menggunakan sepeda motor, ketika pulang sekolah, di Jalan Kebon Jeruk Raya, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019) kemarin.

Cairan kimia itu membuat korban Aurel menderita luka bakar di bahu, badan dan tangan. Sementara, rekannya Prameswari mengalami luka ringan di bagian tangan.

Tiga hari berselang, Jumat (8/11/2018), seorang pedagang sayur keliling bernama Sakinah juga mengalami peristiwa penyiraman cairan kimia ketika dirinya berjalan pulang ke rumah setelah berdagang, di kawasan Meruya. Korban mengalami luka bakar di punggung, leher dan kening.

Terakhir, enam pelajar SMPN 207 Jakarta, menjadi korban penyiraman cairan kimia, di Jalan Mawar, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (15/11/2019) siang. Beruntung, para korban hanya mengalami luka ringan terkena cairan kimia yang juga berceceran dan meninggalkan bekas di jalan itu.



Sumber: BeritaSatu.com